Kamis, 19 Juli 2018 04:49 WIB
BJB JULI V 2

Nusantara

Beredar Pesan NA Idap Kanker, Pendukung Bilang Itu Hoax

Redaktur:

DEMOKRASI-Empat pasangan Cagub-Cawagub Sulsel serta dua pasangan Cawali dan Cawawali Makassar saat deklarasi kampanye damai di Makassar, (18/2). Foto: Abe Bandoe/Fajar/JPG

INDOPOS.CO.ID - Perhelatan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) semakin memanas. Tak hanya terkait isu politik, ternyata juga ikut dihangatkan oleh kabar kesehatan salah satu Calon Gubernur (Cagub) Nurdin Abdullah (NA).

Sebuah pesan berantai yang beredar melalui SMS dan media sosial menyebutkan NA menderita sakit kanker di leher. Sehabis beredarnya informasi itu, Juru Bicara (Jubir) NA melaporkan beredarnya SMS itu ke Bawaslu dengan menyebutkan bahwa pesan berantai tersebut sebagai berita bohong.

Menanggapi hal itu, Jubir Nurdin Halid (NH) Helmiati Majid mengatakan, hoax adalah berita palsu. Kalau memang faktanya betul terjadi jangan dibilang hoax. Dan kalau kebalikannya, harus segera diklarifikasi ke publik. ”Pak NA sendiri yang harus klarifikasi, betul atau tidak pesan berantai itu. Karena memang sebelumnya, kami juga sudah sering mendengar berita itu,” ujarnya di Makassar.

Menurut Helmi, kalau sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan langsung, yakni NA, baru publik akan mempercayai atau bisa menilai apakah pesan berantai itu hoax atau fakta. Dan seharusnya, jika memang NA sudah dalam keadaan sakit saat pertama kali mencalonkan diri sebagai Cagub Sulsel, seharusnya NA mengatakan yang sebenarnya, baik kepada timnya maupun penyelenggara Pemilu.

Helmi mengungkapkan, dari kabar yang beredar tersebut, disebut NA menderita penyakit kanker di leher. Dan semua tahu kalau penyakit itu termasuk penyakit yang berbahaya. Bisa dipastikan, penderitanya tidak akan mampu melakukan aktivitas dengan baik.

Jubir Forkom Relawan Pendukung NA, Bachmid Wijaya menegaskan, pesan singkat tersebut merupakan informasi tidak benar yang berniat menjatuhkan NA. ”Perbuatan tersebut tidak etis dan bisa mencederai demokrasi,” tegasnya.

Bachmid menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pos Bantuan Hukum Forkom Relawan Prof Andalan (Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman) untuk melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. "Kami akan lakukan langkah-langkah dan upaya hukum, agar ke depannya menjadi pelajaran buat siapa saja sebelum bertindak," ujarnya.  

Pada Januari lalu, NA juga pernah diisukan mengidap penyakit kanker pita suara. Terkait isu tersebut, Bupati Bantaeng dua periode ini menanggapi santai dan meminta pelaku penyebar isu tersebut memohon ampun pada Allah.           

NA juga berharap dalam Pilgub Sulsel mengedepankan kompetisi sehat dan tidak saling menjatuhkan dengan isu yang tidak benar. ”Pilgub Sulsel juga menjadi acuan kesuksesan proses kontestasi demokrasi tanah air,” katanya. (nyn/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilgub-sulsel 

Berita Terkait

IKLAN