Rabu, 26 September 2018 08:34 WIB
pmk

Kesehatan

Moms, Ayo Berperan Cegah Diabetes

Redaktur:

EDUKASI KESEHATAN-Penyakit diabetes masih menjadi momok bagi dunia kesehatan. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Diabetes merupakan penyakit yang berbahaya dan mematikan. Sebab, pasien diabetes umumnya tidak menunjukkan gejala. Tapi jika sudah diabetes, pasien umumnya menderita ragam penyakit lain. Seperti gagal ginjal dan kanker.

Maka itu, peran orangtua sangat penting agar anak tidak terkena diabetes. Konsumsi gula berlebih sejak kecil bisa menyebabkan diabetes diusia muda.

Meski dulu, diabetes lebih banyak disebabkan faktor genetik, tidak demikian dengan kondisi saat ini. Justru, pasien diabetes umumnya memiliki gaya hidup tidak sehat, mengkonsumsi gula dalam jumlah banyak, dan merokok.

''Oleh karena itu, keluarga memegang peranan penting dalam upaya pencegahan diabetes. Caranya, dengan menjaga asupan nutrisi serta mendorong anak untuk bergerak aktif setiap hari,'' jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan dr Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA di Jakarta Pusat, Jumat (13/4) lalu.

Penderita diabetes di Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data milik Kementerian Kesehatan yang diperoleh Sample Registration Survey 2014, diabetes telah menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7 persen.

Ketiga, setelah stroke (21,1 persen) dan penyakit jantung koroner (12,9 persen). Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 menunjukkan, Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah penderita diabetes sebanyak 10,3 juta jiwa. 

Jika tidak ditangani dengan baik, menurut World Health Organization, angka kejadian diabetes diprediksi akan melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada 2030. Asjikin menambahkan, orangtua sebaiknya memperhatikan faktor gaya hidup tidak sehat yang menjadi pemicu diabetes tipe 2. Seperti, jumlah asupan energi yang berlebih, kebiasaan mengonsumsi jenis makanan dengan kepadatan energi tinggi (tinggi lemak dan gula, kurang serat), jadwal makan tidak teratur, dan kebiasaan ngemil.

Selain itu, pengolahan makanan yang salah, yakni banyak menggunakan minyak dan gula serta santan kental dan juga kurangnya aktivitas fisik. Hal itu disebabkan kemajuan teknologi dan tersedianya berbagai fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan bagi sebagian besar masyarakat.

Asjikin juga berpendapat, jika dari orangtua menerapkan gaya hidup yang tidak sehat, hal tersebut juga akan diikuti oleh anak-anaknya. "Pada diabetes, yang menular itu gaya hidupnya," imbuhnya.

Diabetes juga merupakan penyakit yang dapat diwariskan dari orangtua. Menyebabkan kasus diabetes pada orang muda lebih banyak belakangan ini.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dr Em Yunir SpPD mengatakan, seorang anak yang memiliki warisan genetik diabetes dari orangtuanya bisa mengidap diabetes di usia 30 tahun, jika tidak menjalankan gaya hidup yang sehat. ''Orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 memiliki gejala yang begitu ringan. Penderita tidak akan menyadari kondisi kesehatannya tengah terganggu dalam jangka waktu yang lama. Sehingga penyakit ini pun cenderung terabaikan,'' paparnya.

Kemudian, penyakit diabetes tipe 2 akan diam-diam merusak fungsi berbagai organ tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi serius. Seperti penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah. 

''Diabetes yang tidak ditanggulangi segera dapat menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitas, dan kematian dini,'' jelas Asjikin lagi. Menanggapi kondisi ini, Nutrifood terus mengedukasi keluarga Indonesia untuk menjalani gaya hidup sehat, sehingga terhindar dari resiko diabetes.  

Salah satunya, konsisten berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, praktisi kesehatan (rumah sakit, dokter, dan ahli gizi), akademisi dan peneliti, komunitas dan lembaga non-profit, media, pihak swasta, masyarakat umum, hingga anak muda. 

Head of Nutrifood Research Center Susana mengatakan, pihaknya merespon tingginya persentase diabetes di Indonesia dengan aktif berkolaborasi dengan berbagai kalangan. Tahun ini, pihaknya masih terus melanjutkan komitmennya mengedukasi keluarga Indonesia.

Salah satunya melalui program edukasi "Lindungi Keluarga dari Diabetes". Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, Nutrifood mengadakan senam sehat #BeatDiabetes selama bulan April 2018 di 21 kota dan menjangkau hingga 18.000 masyarakat Indonesia. 

''Melalui kegiatan ini, kami mengajak keluarga Indonesia untuk bersama-sama mencegah dan melawan diabetes dengan berbagai kegiatan menarik. Seperti senam sehat, cek gula darah gratis, konsultasi kesehatan gratis, dan festival makanan dan minuman bebas atau rendah gula. Semoga dengan adanya program-program ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang terinspirasi untuk menjalani gaya hidup sehat,'' ungkap Susana. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Tren Diet Keto di Kalangan Millenial

Kesehatan

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

IKLAN