Selasa, 24 Juli 2018 12:02 WIB
BJB JULI V 2

Nasional

Tagih Janji Presiden Buka Lapangan Pekerjaan

Redaktur:

Presiden Jokowi Widodo.

INDOPOS.CO.ID - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) mendapat penolakan. Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto meminta Presiden Jokowi Widodo mengkaji ulang Perpres tersebut. Dirinya secara tegas menyatakan  Perpres tersebut tidak mengedepankan asas keadilan untuk pekerja lokal.

”Belum lagi masalah target pertumbuhan ekonomi yang naik turun membuat ekonomi dalam negeri tidak bergerak naik. Dan membuat nasib tenaga kerja kita makin tak menentu,” kata Andri kepada INDOPOS, Minggu (13/4).

Andrianto mengingatkan kembali tiap tahun angkatan kerja di Indonesia bertambah tiga juta jiwa. Dalam catatannya saat ini jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 100 juta jiwa. Namun, sambung Andrianto lapangan kerja yang tersedia hanya mampu menampung separuh. 

Atas dasar itu, lanjut Andri, sangat tidak masuk akal jika Jokowi membuka keran bagi TKA ke Indonesia. Apalagi janji kampanye untuk membuka lapangan kerja belum terwujud sepenuhnya.

”Padahal dulu Jokowi berjanji akan buka lapangan kerja 10 juta per tahun. Pemerintahannya sudah berjalan 3 tahun, tapi ini tidak tercapai. Maka tidak masuk akal bila pemerintah malah membuat policy permudah TKA,” tandas Andri.

Senada, Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjelaskan, jika TKA di era Pemerintahan Jokowi dipermudah bekerja di Indonesia, maka bagaimana nasib WNI yang saat ini pengangguran yang jumlahnya 7.04 juta orang. ”Lalu, bagaimana dengan janji kampanye Presiden Jokowi pada 2014 yang akan membuka 10 juta lapangan pekerjaan selama 5 tahun?” tegasnya kepada INDOPOS.

Data menunjukan pengangguran 2014 berjumlah 7,24 juta orang sedangkan 2017 berjumlah 7,04 juta orang. Sehingga dalam tiga tahun hanya mengurangi 200.000 pengangguran dari janji membuka 10 juta lapangan pekerjaan. ”Dengan adanya Perpres itu wajar jika kita bertanya 10 juta lapangan pekerjaan baru yang dijanjikan Presiden Jokowi sebenarnya untuk siapa?” cetusnya.

”Inilah alasan rasional kenapa mayoritas rakyat Indonesia mendukung Gerakan #2019 Ganti Presiden,” pungkasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lapangan-pekerjaan #tka 

Berita Terkait

IKLAN