Selasa, 17 Juli 2018 11:00 WIB
bjb juli

Megapolitan

Ganjil Genap Ruas Tol Terus Disorot

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan sudah seharusnya pengelola jalan tol menurunkan tarif. Sebab, bila melihat volume cavacity (vc) ratio diatas 1 maka performence jalan sudah buruk. Itu diungkapkan setelah mengevaluasi paket kebijakan ganjil genap ruas tol Jakarta-Cikampek dan uji coba pemberlakuan ganjil genap di Tangerang-Jagorawi mulai hari ini.

"Semakin tinggi v/c rationya, semakin rendah kecepatan rata-rata kendaraan di jalan tersebut. Alias semakin jelek performanya,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi saat pengumuman uji coba pemberlakuan paket kebijakan ganjil genap di ruas tol Jakarta-Tengerang, akhir pekan lalu.

Tulus menambahkan, penerapan sistem ganjil genap pun harus bersifat sementara tidak permanen. Sebab, secara regulasi pengendalian lalu lintas yang memiliki dasar hukum adalah sistem jalan berbayar seperti Elekronic Road Pricing (ERP). 

Maka dari itu, Tulus berharap pihak BPTJ sudah saatnya melakukan pembahasan terkait jalan berbayar. Apalagi, proyek LRT dan MRT sudah mulai beroperasi. Sebab, bila tidak didukung sistem pengendalian lalu lintas program LRT dan MRT tidak akan laku. "Bakal minim penumpang," imbuhnya.

Saat ini jika melihat v/c ratio di beberapa ruas gerbang tol yang diterapkan ganjil genap kata Tulus karena angkanya sudah diatas 1. Padahal, idealnya hanya 0,85. Itu dapat dilihat kata Tulus dari kecepatan kendaraan. "Semakin tinggi v/c ratio maka kecepatan kendaraan akan semakin rendah," ucapnya.

Tulus mengatakan, dengan melihat karena aspek v/c ratio maka kualitas pelayanan tol semakin rendah. Atas peristiwa itu maka yang dirugikan adalah konsumen. Seharusnya, kata dia, jalan tol berbayar harus beriiringan dengan peningkatan kualitas. "Untuk itu gerbang tol yang v/c ratio nya tinggi tidak bisa dinaikan lagi tarifnya, atau paling tidak menurunkan tarif," ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Tulus, pihak kepolisian juga harus serius menindak truk angkutan yang sudah melanggar garis lalu lintas nya di tol. Sebab, fakta di lapangan truk tersebut tidak memiliki kecepatan diatas 60 kilometer. "Karena pergerakan dibawah rata-rata maka itu yang menjadi antrian kendaraan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Marga ruas tol Jakarta Cikampek, Cece Kosasih mengatakan, penerapan ganjil genap akan diterapkan di Tangerang dan Jagorawi mulai hari ini. Penerapan itu sudah sesuai dengan kajian v/c ratio masing-masing gerbang tol. "Kalau sudah diangka 1 maka katagorinya padat," ujarnya.

Cece mengaku, adanya desakan penurunan tarif di ruas tol pihaknya tidak berwenang membahas soal tarif. Sebab, masalah pelayanan tarif udah menjadi urusan para direksi. "Bukan wewenang saya untuk menjawabnya. Karena masih ada pimpinan," ujarnya.

Adanya rencana ERP, kata Cece itu juga kewenangan BPTJ. Namun, sekarang ini masalah jalan berbayar tengah dibahas. Dan dia menegaskan, jalan berbayar itu tidak masuk ke ranah Jasa Marga. "Sistem ERP ranah BPTJ, dan sekarang sedang dibahas. Tidak bisa cepat-cepat untul merealisasikannya," tandasnya. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ganjil-genap 

Berita Terkait

Perluasan Ganjil Genap Bakal Dilanjutkan

Jakarta Raya

Jam Ganjil-Genap di Tol Japek Bakal Diubah

Megapolitan

Dishub Evaluasi Ganjil Genap Sepekan

Jakarta Raya

Dishub Evaluasi Ganjil Genap Sepekan

Jakarta Raya

Perluasan Ganjil- Genap Solusi Terpaksa

Jakarta Raya

IKLAN