Kamis, 20 September 2018 11:50 WIB
pmk

Banten Raya

Berobat Gratis di RSUD Banten Harus Dilengkapi SKTM

Redaktur: Redjo Prahananda

Gubernur Banten, Wahidin Halim. Foto. Jawapos

INDOPOS.CO.ID- Lambatnya antispasi terhadap janji kampanye Gubernur Banten,  Wahidin Halim tentang berobat gratis modal KTP dari Dinas Kasehatan,serta lemahnya diplomasi yang dilakukan oleh OPD terkait kepada Kementerian Kesehatan,membuat program berobat gratis modal KTP Banten yang diwacanakan oleh Wahidin Halim ditolak oleh Menteri Kesehatan.

Akibatnya,hingga kini dua rumah sakit milik Pemprov Banten yang menjadi rujukan berobat gratis modal KTP,yaitu,RSUD Banten dan rumah sakit Malingping,terpaksa masih menggunakan Pergub lama untuk memberikan pelayanan berobat gratis tersebut,karena  hingga kini belum ada Peraturan Gubernur (Pergub) baru yang mengatur tentang hal tersebut.

”Nanti kalau berobat gratis hanya dengan modal KTP doang, bagaimana cara kami mengklaimnya ke Dinas Kesehatan,” ujar seorang petugas di bidang pelayanan RSUD Banten yang menolak ditulis namanya kepada INDOPOS,Senin (16/4).

Menurutnya, bisa saja masyarakat miskin berobat gratis ke RSUD Banten,asal dilengkapi dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM ) dari Desa atau Kelurahan. “Setiap pasien yang datang berobat ke RSUD Banten pasti akan kami layani,termasuk yang ingin berobat gratis.Namun idealnya,mereka harus melengkapi diri dengan SKTM dari desa atau kelurahan sebagaimana yang diatur dalam Pergub lama,” terangnya.

Menurutnya,hingga kini belum ada Pergub baru sebagai landasan hukum teknis yang mengatur tentang berobat gratis dengan hanya modal KTP,sehingga rumah sakit Banten masih menggunakan Pergub lama.”Namun,kalau ada masyarakat yang datang berobat hanya dengan modal KTP tetap saja kami layani,sesuai dengan instruksi Gubernur.Namun,rumah sakit berpotensi mengalami kerugian,” cetusnya.

Hal senada disampaikan dr Sobran Yulindra, kepala bidang (Kabid) Pelayanan, Rumah Sakit Umum (RSU) Malingping milik Pemprov Banten yang ada di Kabupaten Lebak.”Tidak ada satupun pasien yang datang berobat kami tolak.Semua kami layani.Namun,untuk berobat gratis mereka harus menunjukan KTP Banten, dan setelah itu harus dilengkapi lagi dengan SKTM dari desa  atau kelurahan,” terang dr Sobran.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banten,drg Sigit Wardojo yang dikonfirmasi,terkait polemik berobat gratis modal KTP Banten,enggan memberikan penjelasan. Kepala Dinas yang biasanya ramah dengan kalangan wartawan ini memilih bungkam dan tidak mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan INDOPOS.Bebebarapa kali dihubungi lewat telepon selularnya meski dengan nada sambung aktf,Sigit tidak merespon.Demikian juga,pesan whast appyang dikirimkan juga tidak berbalas.(yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

Mengetahui Manfaat Daun Kelor

Kesehatan

IKLAN