Senin, 24 September 2018 01:11 WIB
pmk

Megapolitan

Target Penyelesaian Becakayu Meleset

Redaktur:

TERSENDAT-Pembangunan tol Becakayu sesi pertama yang sudah beroperasi. Deny Iskandar/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Progres pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) meleset. Target di bulan kelima pembangunan yang seharusnya sudah 13 persen, tetapi kondisi di lapangan baru 5,4 persen.

Direktur Tekhnik dan Operasi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), Purma Yose Rizal mengatakan, pemicu keterlambatan proyek karena pihaknya membutuhkan waktu untuk berkordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi. Karena menurut dia, dalam kordinasi itu terkait mencari kontruksi tol. "Ada kendala di lahan pedestrian sisi utara. Makanya kontruksi kami sesuaikan," katanya.

Atas kordinasi tersebut, kata Purma, pihaknya belum bisa melakukan kontruksi di lahan milik Pemerintah Kota Bekasi. Untuk itu dia berharap kordinasi ini bisa dilakukan secepatnya. "Target kami pengerjaan ini selesai bulan Desember 2018," imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan Purma, pihaknya juga tengah membahas usulan Pemerintah Kota Bekasi. Salah satu usulan itu kata dia, pemerintah daerah keberatan trase kedua yang melintas di Jalan Ahmad Yani, melainkan meminta dirubah ke Jalan Hasibuan Bekasi Timur. "Perubahan yang diminta sedang dikaji dari aspek traffic," ujarnya.

Berdasarkan catatannya, ada tiga titik lahan di Kota Bekasi yang sedang dibebaskan dalam pembangunan trase kedua ini. Diantaranya, Kelurahan Jakasampurna, Kelurahan Bintara Jaya dan Kelurahan Kayuringin. Dan sampai saat ini pembebasan lahan itu masih ditangani Panitia Pembebasan Tanah (P2T) setempat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Penataan Ruang Kofa Bekasi, Erwin Guwinda mengatakan, lahan pedestrian di sisi utara terpaksa digeser ke arah utara. Bahkan, pihak pelaksana proyek menyatakan kesiapannya untuk mengganti jalur pejalan kaki yang baru.

Hanya saja, jalur pedestrian itu kata Erwin, belum bisa dilakukan pembongkaran lantaran dokumen pengerjaannya masih dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pemeriksaan itu kata Erwin, sebagai bentuk pertanggungjawaban pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi. Pasalnya, dalam pembangunan itu menggunakan dana APBD.

"Ditambah lagi pengembang belum memberikan detail enginering desaign (DED) soal jalur penghubung tol dengan jalan di depan Jalan Jakasampurna," kata Erwin.

Soal keberatan trase Ahmad Yani, kata Erwin sebenarnya pihak pengembang proyek sudah setuju untuk dialihkan ke Jalan Hasibuan Bekasi Timur. Apalagi, ujung ruas tol bukan lagi di Ganda Agung Bekasi Timur, melainkan di Juanction, Tambun, Kabupaten Bekasi. "Jadi lintasanya tidak ke Jalan Ahmad Yani, tapi melalui Jalan Hasibuan, lalu ke Tambun," ujarnya.

Seperti yang diketahui, pembangunan jalan tol layang Becakayu sepanjang 21 kilometer dibagi menjadi dua trase. Trase pertama dibangun sepanjang 11 kilometer mulai dari DI Panjaitan, Jakarta Timur-Jakasampurna, Kota Bekasi. Sedangkan, trase kedua sepanjang 9 kilometer yang dimulai dari Jakasampurna, Bekasi Barat-Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tol-becakayu 

Berita Terkait

IKLAN