Senin, 19 November 2018 06:16 WIB
pmk

Nasional

Tingkatkan Akurasi Informasi, Ini yang Dilakukan BMKG

Redaktur: Ali Rahman

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (kanan) dan Plt. Gubernur Maluku Utara, Muhammad Natsir Thaib (kiri), saat meluncurkan Pusat Layanan Digital di Ternate, Maluku Utara, Senin (16/4).

INDOPOS.CO.ID – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati secara resmi meluncurkan Pusat Layanan Digital di Ternate, Maluku Utara, Senin (16/4).

Dwikorita mengatakan, Pusat Layanan Digital itu diluncurkan untuk meningkatkan akurasi informasi meteorologi terhadap masyarakat, penerbangan dan maritim. Selain itu, juga merupakan wujud komitmen dalam menjalankan Nawacita Presiden Jokowi, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

“Ini komitmen kami untuk memandu pembangunan infrastruktur dan transportasi di perbatasan,” ujarnya kepada INDOPOS.

Menurutnya, Ternate merupakan zona strategis di tepi Samudra Pasifik yang berbatasan langsung dengan Filipina. Selain itu, Ternate juga merupakan poros utama penghubung Bitung, Sulawesi Utara, Ternate, Maluku, dan Sorong, Papua Barat.

“Harapannya, ini (Pusat Layanan Digital) dapat menjadi acuan keselamatan masyarakat dari bencana dan memandu pembangunan sosial ekonomi di wilayah Indonesia Timur,” ijarnya.

Dijelaskannya, Maluku Utara memiliki kondisi geografi yang rentan terhadap bencana. Karena wilayahnya terdiri dari 76 persen lautan dan 24 persen daratan. Dari 24 persen daratan itu, hanya 82 pulau yang telah berpenghuni. Sementara 738 pulau lainnya tidak.

Maluku Utara memiliki kondisi geografi yang rentan terhadap gempa bumi dan bencana hidrometeorologi, seperti curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir, longsor, serta badai yang menyebabkan gelombang tinggi disertai hujan petir.

“Di sini, informasi BMKG memiliki peran penting sebagai peringatan dini terhadap terjadinya potensi bencana,” tuturnya.

Plt Gubernur Maluku Utara, Muhammad Natsir Thaib yang juga hadir pada acara itu membenarkan bahwa Maluku Utara itu merupakan wilayah rawan bencana.

“Penduduk Maluku Utara mayoritas nelayan. Tapi mereka masih menggunakan perahu tradisional sehingga sangat rentan menjadi korban bencana hidrometeorologi,” sebutnya.

Dengan adanya pusat layanan digital itu, Nasir berharap dapat menurunkan korban bencana. “Saya optimistis keberadaan pusat layanan digital ini akan mengurangi angka korban akibat bencana,” pungkasnya. (iwk)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bmkg 

Berita Terkait

Tanah Labil, Rawan Gempa Bumi

Megapolitan

Material Pesawat Bergeser ke Subang

Nasional

DPR RI Desak Bos BMKG Mundur

Headline

IKLAN