Jumat, 20 Juli 2018 06:16 WIB
BJB JULI V 2

Nasional

Marak Pernikahan Dini, Pemerintah Diminta Tegas

Redaktur: Syaripudin

KHAWATIR-Peneliti IPI Dr Jerry Massie. Foto: Dilianto/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Berita menghebohkan terjadi di Kabupaten Bantaeng. Di salah satu daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, terjadi pernikahan antara dua anak-anak berusia 15 tahun dan 14 tahun. Ternyata, pernikahan dini di Sulsel cukup tinggi.

Tercatat, dalam 7 bulan saja terjadi 333 pernikahan dini anak di bawah umur di daerah tersebut. Menurut peneliti kebijakan publik Indonesian Public Institute (IPI) Dr Jerry Massie, pernikahan dini itu melanggar UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974, UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 bahkan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Belum lagi, ujarnya juga, pernikahan dini tak baik dari aspek kesehatan sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009. Sejauh ini, kata Jerry juga, pernikahan dini menurut riset UGM tahun 2016 mencapai 26 persen.

Jerry menambahkan dampak nikah dini yakni rentan perceraian, belum bisa menafkahi, suami tidak bisa bekerja harus di atas 17 tahun, rentan kena kanker rahim, belum dewasa, belum bisa beradaptasi di lingkungan. Saat ini Indonesia menempati peringkat 37 di dunia terkait pernikahan dini.

”Pemerintah jangan diam. Kan sudah diputuskan MK (Mahkamah Konstitusi, Red) tentang pernikahan dari 16 tahun menjadi 18 tahun bagi perempuan," kata dia dalam keterangannya kepada INDOPOS, Selasa (17/4).

Parahnya lagi, katanya, pernikahan dini Indonesia berada di peringkat ke-2 di Asia Tenggara. Bahkan menurut survei 5 provinsi berada di batas 30 persen. Saat ini diperkirakan sekitar 2 juta dari 7,3 juta perempuan Indonesia berusia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah.

”Diperkirakan tahun 2030 jumlah itu bisa naik menjadi tiga juta orang," tutur dia. Untuk itu, tegas Jerry juga, pemerintah harus mengambil langkah tegas khususnya Kementerian Agama untuk mencegahnya. Dia juga meminta pernikahan dini jangan hanya melihat satu undang-undang maupun regulasi, tapi secara keseluruhan.

”Mau jadi apa generasi kita ke depan kalau pemerintah lemah soal pernikahan dini,” paparnya. "Presiden harus tegas dan jika menemukan oknum-oknum yang terlibat dalam skandal pernikahan dini jangan segan-segan menghukum. Fiat justitia fuat coelum (hukum harus ditegakan sekalipun langit runtuh),” pungkasnya juga. (dil)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pernikahan-dini 

Berita Terkait

Pria Usia 41 Tahun Nikahi Anak Belia

Internasional

PKK NTB Kampanye Agar Pelajar Tak Nikah Dini

Nusantara

Usia Angka Pernikahan di Bawah 20 Tahun Laris

Nusantara

Pernikahan Dini di Sulawesi Utara Masih Tinggi

Nusantara

IKLAN