Rabu, 21 November 2018 09:28 WIB
pmk

Nasional

Bela Rocky Gerung, Malam Ini Ratusan Aktivis dan Akademisi Nyatakan Sikap

Redaktur: Syaripudin

Rocky Gerung.

INDOPOS.CO.ID - Ratusan aktivis dan akademisi malam ini akan menyatakan sikap memberi dukungan terhadap Rocky Gerung (RG) yang telah dilaporkan ke kepolisian atas pernyataan "Kitab Suci adalah fiksi".

”Ratusan sahabat Rocky Gerung dari aktivis serta akademisi akan berkumpul malam ini guna melakukan diskusi dan support kepadanya," ujar Presidium Persatuan Pergerakan Andriyanto kepada INDOPOS, Selasa (17/4).

Dia menyatakan pernyataan RG adalah cerminan reformasi yang sedang berjalan selama ini dan tidak boleh diberangus cuma karena mengkritik langkah pemerintahan Jokowi.

”Kebebasan warga tidak sama dengan kemauan penguasa saat ini. Dan itu yang harus diluruskan dan kita dukung," ucapnya. Di mata Andriyanto, RG saat ini secara nyata menunjukkan idealismenya sebagai seorang akademisi yang tidak 'terbeli' oleh kekuasaan.

"RG jelas fenomenal. Sosoknya bisa jadi simbol satire terhadap rezim (Jokowi) ini. Dan ini yang dikhawatirkan oleh para pendukungnya. Karena RG dapat mempengaruhi elektabilitas rezim ini," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kritikus dan ahli filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung dilaporkan oleh Ketua Cyber Indonesia Permadi Arya atau dikenal dengan Abu Janda, serta Jack Boyd Lapian ke kepolisian pada Rabu (11/4). Pelaporan itu, karena Rocky mengucapkan ’kitab suci adalah fiksi’ dalam suatu acara debat di stasiun televisi swasta.

Rocky diancam jeratan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Jika laporan Abu Janda itu tetap diproses, lanjut Andriyanto, para aktivis akan memperjuangkan pembelaannya hingga ke badan internasional. "Bila RG diperlakukan tidak adil itu berati alarm bahaya terhadap reformasi, kami akan lawan sekeras kerasnya sampe ke PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai pelanggaran human rights (hak asasi manusia),” tegasnya.

Senada dikatakan oleh aktivis Syahganda Nainggolan. Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) ini dengan tegas menyatakan pernyataan RG harus dihormati sebagai bagian dari demokrasi. "Ini zaman demokrasi, pikiran RG itu baik untuk pencerahan. Demokrasi butuh RG," kata Syahganda kepada INDOPOS.

Dirinya pun mengaku mengenal RG sebagai seseorang yang menghormati ilmu pengetahuan.

"RG itu orang hebat. Filsup besar yang kita miliki. Dan saya mengenalnya sebagai seorang yang ahli dalam bidangnya," ujarnya.

Kalau RG diproses hukum, kata Syahganda juga, hal itu menjadi kekeliruan besar. "Pelaporan RG ke kepolisian itu bisa disebut sebagai antidemokrasi. Dan saya berharap pertemuan ratusan aktivis besok malam dapat memberikan masukan kepada penguasa bahwa demokrasi itu harus ditegakkan,” ujar Syahganda yang juga menjadi salah satu penggagas pertemuan aktivis pembela RG tersebut. (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #sahabat-rocky-gerung #rocky-gerung 

Berita Terkait

IKLAN