Rabu, 14 November 2018 09:18 WIB
pmk

Tekno

Inovatif, Hadirkan Terapi Lewat Aplikasi

Redaktur:

INOVASI-Sebuah terobosan teknologi bagi anak berkebutuhan khusus diberi nama Spokle. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Para orangtua yang dikaruniai anak berkebutuhan khusus seringkali menemukan banyak kendala. Mulai dari akses konsultasi, teknologi komunikasi, geografis, hingga kendala pendidikan.

Untuk menjawab tantangan itu, sebuah perusahaan Australia, Spokle Group Ptd, Ltd meluncurkan sebuah aplikasi yang diberi nama Spokle. Aplikasi tersebut dibuat untuk menghubungkan orangtua anak yang memiliki kebutuhan khusus, dengan para ahli menggunakan perangkat digital, lokakarya, atau workshop. 

Produk inovatif tersebut bahkan mampu membantu para keluarga anak berkebutuhan khusus untuk merangsang dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Keberadaan aplikasi Spokle itu diharapkan dapat membantu para orangtua menerapkan terapi di rumah.

"Banyak orangtua seperti saya membutuhkan bantuan spesialis untuk anak-anak mereka. Tetapi mereka terkendala waktu dan jauh dari kota. Mereka kesulitan menjangkau pusat terapi di kota,” ujar Mei Lini, salah satu orangtua yang anaknya lahir dengan gangguan pendengaran di Jakarta, dalam peluncuran aplikasi Spokle di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (14/4) lalu.

Co Founder & Managing Director SpokleTM App Elisabeth Yunarko mengatakan, Spokle Group yang berbasis di Australia telah membentuk misinya untuk membuat akses terapi bahasa lebih mudah dan lebih terjangkau bagi banyak keluarga. ”Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau. Sulit bagi banyak keluarga untuk mengakses perawatan secara rutin, namun teknologi seluler begitu mudah tersedia. Kami pikir, mengapa tidak membawa pengetahuan ahli ke keluarga," ujarnya.

Spokle membawa bantuan dan pengetahuan dari para ahli langsung kepada keluarga melalui aplikasi seluler Spokle. Aplikasi Spokle melengkapi orangtua dengan strategi sederhana namun efektif yang dapat mereka lakukan sendiri melalui tutorial berbasis video.

Orangtua tidak perlu membeli mainan mahal atau peralatan khusus untuk berlatih, semua kegiatan didasarkan pada rutinitas sehari-hari. Ada lebih dari 400 video kegiatan dengan petunjuk langkah demi langkah dan contoh dari kehidupan nyata.

”Mendapatkan bantuan yang tepercaya menjadi hal yang sulit bagi keluarga yang memiliki anak yang berjuang dalam berkomunikasi,” kata Andrew Kendrick, seorang terapis dengan sertifikasi internasional LSLS Cert. AVT yang juga merupakan Pimpinan Terapis SpokleTM App. Menurut dia, kekurangan spesialis bahasa, biaya, tekanan waktu, dan kurangnya kesadaran dan koneksi komunitas membuat kehidupan sehari-hari sangat sulit bagi para orangtua ini.

Kendrick telah menghabiskan karirnya untuk membantu keluarga yang terlibat dan terhubung dengan anak-anak berkebutuhan khusus, mengembangkan program, mengajar dan memberikan terapi di Australia dan Asia. ”Setelah hidup dan bekerja selama 10 tahun di Asia termasuk Thailand, Singapura, Tiongkok, dan India, saya melihat banyak keluarga tidak memiliki akses dalam mencari informasi dan teknik terkini yang telah kami lakukan. Karena umumnya semua informasi dalam bahasa Inggris,” urainya.

Maka itu, pihaknya membuat terobosan dengan platform teknologi digital untuk menjadi jembatan dan mempermudah akses para orangtua anak dengan gangguan pendengaran. Pengguna baru aplikasi Spokle akan menerima akses gratis untuk bulan pertama.

Semua program dalam aplikasi Spokle dapat diakses secara berlangganan dengan biaya Rp250 ribu per bulan bulan dan tersedia di iTunes dan Google Play Store. Harga tersebut jauh lebih mudah dibandingan dengan konsultasi dengan terapis ahli selama sejam.

”Kita ingin mencapai sebanyak-banyaknya keluarga dengan harga yang terjangkau. Kami juga memberikan pelatihan kepada pendidik di lembaga dan yayasan yang terkait dengan pengasuhan anak gangguan pendengaran,” bebernya.

Saat ini, pihaknya sudah bekerja sama dengan empat terapis asal Indonesia. Ke depan, pihaknya akan mengajak terapis dari berbagai klinik untuk bekerja full time.

"Seperti halnya ada yang spesialis menangani autisme dan hubungan sensori dan juga komunikasi. Jadi mereka memiliki spesialis yang lainnya. Kalau bisa setiap hari 5-10 menit bisa diterapkan 1 pelajaran misalnya," tutupnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi 

Berita Terkait

Nika Muraveva Bawa Meizu ke Indonesia

Indotainment

Biaya Melonjak, Mekanisasi Perkebunan Tebu Mendesak

Nasional

Setiap Generasi Beda Teknologi

Tekno

IKLAN