Senin, 19 November 2018 06:30 WIB
pmk

Nasional

Kementan-HA IPB Sinergi Entaskan Kemiskinan

Redaktur: Syaripudin

PANGAN: Mentan Andi Amran Sulaiman menerima cinderamata dari Ketum HA IPB, Selasa (17/4). Foto: Asep Saifi/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (17/4). Kunjungan itu dipimpin Ketua Umum HA IPB, Fathan Kamil bersama jajaran pengurus.

Pada kunjungan itu, Mentan Amran menekankan kunci pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian unggul dan teknologi. Akan tetapi, tantangan pembangunan pertanian dihadapkan pada pihak-pihak tertentu yang selalu pesimis akan kemampuan produksi pangan dalam negeri.

”Jadi solusi untuk tingkatkan kesejahteraan atau mengurai kemiskinan, mau tidak mau harus dengan memajukan pertanian hingga bisa swasembada bahkan menguasai kebutuhan pangan dunia,” ucapnya.

Amran juga menaruh harapan besar kepada HA IPB untuk bersinergi dalam melakukan pengawalan atau pendampingan serta menghasilkan terobosan baru untuk membangun pertanian yang berbasis korporasi. Dia juga meminta HA IPB harus bisa menciptakan sistem tata niaga pangan yang menguntungkan petani.

"Petani tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku agribisnis moderen. Sehingga petani tidak lagi dikuasai para tengkulak atau pihak yang merugikan petani," tegasnya juga.

Selain itu, Amran juga meminta HA IPB agar benar-benar menjadi wadah yang mampu mencetak atau menampung alumni IPB agar bergerak di bidang agribisnis. Alumni IPB tidak lagi kecenderungan bekerja di luar pertanian, tetapi memiliki tekad yang kuat untuk menjadi petani modern sekaligus pelaku usaha yang bisa menciptakan nilai tambah sehingga kesejahteraan petani meningkat.

”Jika ini bisa dilakukan HA IPB, sinergi dengan program Kementan benar-benar bisa mengentaskan kemiskinan dan membawa produk pangan Indonesia di pasar dunia," ujar Amran lagi.

Sementara itu, Ketua Umum HA IPB, Fathan Kamil mengapresiasi atas kebijakan pembangunan di era Mentan Amran. Pasalnya, kebijakan pangan seperti Program Upaya Khusus Percepatan Swasembada Komoditas Strategis berupa padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, serta sapi benar-benar menunjukkan hasil nyata.

”Misal, mulai 2016 hingga 2017, kita akui tidak ada impor beras. Impor beras 2018 pun bukan karena tidak berhasilnya produksi, kesalahan kebijakan impor Kementerian Perdagangan," tegasnya.

"Begitu juga jagung, di tahun 2017 tidak ada impor sama sekali, tapi justru kita sudah ekspor. Bawang merah juga kita amati sudah banyak diekspor," sebutnya.

Karena itu, Fathan menegaskan untuk mengentaskan kemiskinan dan mendongkrak nilai jual produk pangan di pasar dunia, HA IPB siap bersinergi dengan Kementan. Guna mewujudkan ini, HA IPB mengusulkan sinergi dalam penguatan pemasaran hasil pertanian, misalnya melalui toko tani Indonesia.

"Sinergi ini diyakini mampu tingkatkan pendapatan petani. Petani di saat panen tidak lagi merugi karena menerima harga jual yang cukup rendah,” paparnya.

Selanjutnya dikatakan Fathan, HA IPB siap menggerakan alumni IPB yang ada di seluruh penjuru Tanah Air untuk terjun membangun pertanian secara modern. "Alumni IPB tidak hanya sebagai petani, tetapi juga melakukan pendampingan kepada petani agar budidaya berproduksi tinggi dan mampu memasarkannya secara korporasi,” tutupnya. (asp)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertanian-entaskan-kemiskinan #kementan #ha-ipb 

Berita Terkait

IKLAN