Rabu, 21 November 2018 09:25 WIB
pmk

Banten Raya

Dinsos Banten Latih Tahanan Anak Keterampilan

Redaktur: Syaripudin

Budi Darma Sumapraja. Foto///yasril chaniago/indopos

INDOPOS.CO.ID – Puluhan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang kini mendekam di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang mendapat bimbingan sosial dan keterampilan dari Dinas Sosial (Dinsos) Banten. Budi Darma Sumapraja, Kasi Jaminan Sosial Keluarga Dinsos Banten mengatakan kegiatan itu bertema ”Menuju Anak PMKS yang Berakhlakul Karimah”.

”Kemarin itu kita menyelenggarakan bimbingan sosial dan keterampilan bagi ABH yang kini berada di LPKA Pria Kelas I Tangerang. Harus ada perlakuan khusus terhadap anak yang menjadi warga binaan,” terangnya kepada INDOPOS di Serang, Selasa  (17/4) sembari menambahkan istilah Lembaga Permasyarakatan atau Lapas Anak kini sudah diganti menjadi LPKA sesuai amanat UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Dia juga mengatakan, anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) tidak boleh disatukan atau disamakan atau dicampur dengan penghuni lapas dewasa. Budi juga mengatakan, kunjungan Dinsos dimaksudkan untuk memberikan kegiatan bimbingan sosial dan keterampilan bagi anak-anak yang ditahan di LPKA,agar setelah mereka bebas nanti mereka dapat kembali berbaur dengan masyarakat dan memiliki keterampilan.

”Kegiatan bimbingan sosial dan keterampilan ini kali kedua bagi anak-anak berhadapan dengan hukum yang diselenggarakan sejak 2017 lalu,” ujar Budi. Kegiatan bimbingan sosial dan ketrampailan ini kata Budi adalah, perintah langsung Gunernur Banten Wahidin Halim, untuk mengatasi permasalahan sosial yang sedang dihadapi anak-anak di dalam LPKA.

”Anak-anak yang sekarang menjadi penghuni LPKA, masih bisa memiliki masa depan yang cemerlang saat keluar dari Lembaga Pembinaan ," cetusnya. Ia mengaku bangga dan terharu melihat antusias anak anak di LPKA mengikuti bimbingan sosial dan keterampilan yang diberikan Dinsos Banten.

Apalagi, anak anak yang berada di LPKA tersebut juga masih mengikuti pelajaran, baik SD, SMP maupun SMA, dan berhak mendapatkan ijazah. ”Pihak LPKA pun sangat berterima kasih kepada Pemprov Banten yang begitu peduli terhadap ABH yang kini menghuni LPKA,” jelasnya.

Saat ini, kata Budi juga, jumlah ABH yang menghuni LPKA Kelas I Tangerang berjumlah 140 orang anak yang rata rata terjerat kasus pencurian, tawuran dan narkoba. ”Anak anak yang telibat narkoba itu rata-rata sebagai kurir yang tidak tahu apa yang mereka lakukan. Maka saat mereka keluar harus diterima oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara Kepala Dinsos Banten Nurhana yang dihubungi lewat telepon menjelaskan, kegiatan bimbingan sosial bagi ABH bertujuan mengembalikan fungsi sosial agar mereka bisa bersosialisasi dengan masyarakat saat menghirup udara bebas kelak dan punya bekal sehingga fungsi sosialnya kembali berfungsi.

”Jangan sampai masyarakat memberikan stigma negatif kepada mereka setelah keluar dari LPKA. Beri kesempatan kepada anak-anak yang bermasalah dengan hukum ini, jangan mereka merasa dibuang lalu kembali lagi ke jalan yang salah, karena mereka juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan anak anak lainnya” pungkas Nurhana. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dinsos-banten #narapidana-anak 

Berita Terkait

KPAI Apresiasi Dinsos Banten

Banten Raya

IKLAN