Sabtu, 18 Agustus 2018 08:01 WIB
pmk

Nasional

Melalui Diskusi Ambassador Talks, PKS Minta Dunia Hentikan Perang

Redaktur: Syaripudin

STOP PERANG: Pemberian kenang-kenangan dari Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini kepada peserta diskusi, Selasa (17/2). Foto///Charlie lopuluan/indopos

INDOPOS.CO.ID - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta dunia internasional menghentikan perang dan menciptakan perdamaian dunia. Pasalnya, menurut anggota Komisi I DPR RI, yang menjadi korban dari kedua belah pihak hanyalah warga sipil yang tak berdosa.

"Tidak ada sisi positif dari perang dan konflik atas nama apapun karena dipastikan rakyat sipil yg menjadi korbannya. Stop perang, ciptakan perdamaian!," seru Jazuli saat membuka acara "Ambassador Talks" ke-2 di ruang Fraksi PKS DPR RI, Jakarta, Selasa (17/4).

Dalam sambutannya, Jajuli juga mengatakan bahwa Fraksi PKS berkomitmen semakin terdepan dalam upaya peningkatan peran parlemen dalam berbagai fungsinya, termasuk fungsi diplomasi internasional.

”Indonesia punya mandat konstitusional yang tegas yaitu turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan Fraksi PKS aktif ambil bagian di dalamnya," tegas Jazuli. Dia juga menjelaskan, Fraksi PKS selalu hadir baik melalui statemen politik maupun aksi solidaritas kemanusiaan.

”Semisal, kami galang aksi solidaritas untuk Palestina, Crisis Center Untuk Rohingya, aksi kemanusiaan atas konflik Timur Tengah, dan lain-lain," ungkapnya. Tidak hanya melalui aksi solidaritas, menurut Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini, Fraksi PKS telah melaksanakan diplomasi parlemen dalam rangka memperjuangkan nasib pengungsi ke kantor UNHCR-PBB di Jenewa Swiss pada 14 Maret 2018 yang lalu.

”Saya pribadi tak kuasa menitikkan air mata saat di sana demi melihat korban konflik berjatuhan dari balita, anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua. Coba bayangkan jika itu adalah anak kita, ibu kita, orang tua kita," katanya juga.

Untuk itulah, katanya, Fraksi PKS tak akan berhenti mengkampanyekan slogan stop perang, ciptakan perdamaian, khususnya di Palestina usai deklarasi sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yurussalem (Al-Quds) sebagai Ibu Kota Israel.

"Tindakan tersebut melanggar berbagai resolusi PBB dan melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina yang sudah tak terhitung lagi banyaknya korban dari rakyat Palestina," tegas Jazuli.

Dia juga mengatakan dalam menangani pengungsi  dibutuhkan peran serta dan kontribusi seluruh negara, lembaga-lembaga internasional, dan lembaga kemanusiaan agar penanganannya komprehensif sehingga para pengungsi dapat kembali hidup damai.

Atas dasar itu, lanjut anggota DPR asal Banten ini, dirinya berharap melalui acara diskusi bertema Ambassador Talks ini akan terhimpun pemikiran dan gagasan berdasarkan best practice dari berbagai negara dan lembaga sehingga diperoleh solusi komperehensif penanganan pengungsi secara global.

’Semoga langkah ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mempromosikan perdamaian dan menghentikan peperangan,” cetusnya juga. Hadir dalam acara itu YM. Duta Besar Palestina Dr. Zuhair Al Shun dan Petinggi UNHCR di Indonesia Mr. Thomas Vargas, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #stop-perang #pks #dpr-ri 

Berita Terkait

Wah, Gerindra Ultimatum PKS

Headline

Ini Dalih PKS soal Aher Gugur jadi Wagub DKI

Jakarta Raya

Ibas: Kemiskinan di Trenggalek Menurun

Nusantara

IKLAN