Nusantara

Sebulan Buron, Bandar Heroin Mati di Tangan Petugas

Redaktur: Redjo Prahananda
Sebulan Buron, Bandar Heroin Mati di Tangan Petugas - Nusantara

INDOPOS.CO.ID - Agung Budi Santoso alias Abang, 34, yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Tindakan tegas itu diberikan kepada pria ini karena menyerang polisi saat hendak ditangkap tim Satnarkoba Polrestro Tangerang. Dari tangannya polisi mennyita 1 kilogram heroin siap edar.

Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, tindakan tegas ini diberikan jajarannya lantaran pelaku tidak mau menyerahkan diri saat ditangkap.

Apalagi, pelaku sendiri merupakan orang yang paling diburu jajarannya karena mengedarkan narkoba golongan satu. Sehingga pilihan menindak tegas pelaku untuk menghindari adanya korban dari anggota yang bertugas pemberian tembakan pun dilakukan.

“Dini hari tadi pelaku bersama komplotannya kami bekuk di salah satu tempat di Kecamatan Karawaci. Memang Abang ini merupakan DPO kami serta BNN. Sudah sebulan kami memburu pelaku sampai kami berhasil menangkap. Tetapi karena melawan dan menyerang anggota, terpaksa kami lumpuhkan,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (17/4).

Tak sampai disana, lanjut Harry, perburan terhadap Abang ini mulai  Maret 2018, lalu di mana  anggota mereka mendapatkan informasi tentang sindikat pengedar narkoba jaringan internasional  di wilayah Kota Tangerang. Dalam penelusuran, pelaku sindikat heroin jaringan Malaysia.

“Pelaku ini merupakan bandar besar heroin di Tangerang dan punya jaringan di luar negeri. Kami juga mendapatkan beberapa paspor dan KTP tersangka dengan nama berbeda-beda. Mungkin buat kalangan bandar sabu di Jabodetabek nama Abang sudah cukup terkenal sebagai bandar dan sindikat narkoba jaringan internasional,” jelas Harry.

Dari penangkapan Abang, sambung Harry, pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa sebilah golok, tiga KTP, empat paspor, tiga HP, serta 1 kilogram heroin dalam plastik bening  disimpan dalam lemari pendingin.

Mengenai pengembangan kasus Abang pihaknya berhasil mencokok sejumlah pengedar heroin jaringan internasional. Mereka adalah ST, 47, PL, 42, RK, 37, AS, 36, RH, 33, AE, 30, dan NR, 36, dengan barang bukti 103 butir ekstasi.

“Abang meninggal dunia saat kami bawa ke RSUD Tangerang, tertembak di dada bagian kanan oleh anggota kami. Kasus ini masih kami kembangkan, karena masih banyak jaringan pelaku yang beroperasi di Jabodetabek untuk mengedarkan heroin, sabu dan ekstasi,” papar dia.

Harry mengaku, dari keterangan tujuh rekan Abang yang berhasil ditangkap itu diketahui peredaran narkoba golongan satu ini dilakukan di wilayah Jabodetabek. Dalam sebulan kata dia, Abang bersama sindikat mampu mengedarkan 3 sampai 4 kilogram heroin kepada sejumlah bandar sabu. Omset kartel narkoba asal Kota Tangerang ini mencapai Rp300 juta/bulan dari transaksi barang haram tersebut.

Atas perbuatannya, tujuh rekan Abang dijerat pasal 144 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Para pelaku ini pun diancam hukuman penjara minimal 20 atau hukuman mati.

Satnarkoba Polrestro Tangerang pun masih terus mengembangkan peredaran heroin dari jaringan Abang tersebut. Koordinasi dengan BNN dan Polda Metro Jaya untuk membongkar sindikat narkoba jaringan internasional ini pun telah dilakukan. (cok)

Berita Terkait

Hukum / BNN Endus Narkotika dalam 5 Boks Ikan

Banten Raya / Tindak Tegas Toko Penjual Obat Daftar G Ilegal

Banten Raya / Bunuh Bayi, PRT Perumahan Elite Dicokok Polisi

Nasional / Salah Tangkap, Ternyata hanya Tawas

Banten Raya / Rumah dan Majelis Taklim Rusak Disapu Angin Kencang


Baca Juga !.