Jumat, 16 November 2018 02:12 WIB
pmk

Megapolitan

Imbas Proyek Becakayu dan Parkir Alat Berat, Jalan Kalimalang Kian Macet Parah

Redaktur:

MERAYAP - Kondisi lalu lintas jalur Kalimalang di bawah pembangunan ruas tol Becakayu.

INDOPOS.CO.ID - PEMBANGUNAN tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) di satu sisi diproyeksikan untuk untuk mengurai kemacetan. Namun di sisis lain menjadikan volume kendaraan di Jalan Kalimalang semakin padat. Apalagi jalan tersebut kini disesaki sejumlah angkutan berat dari sejumlah proyek pembangunan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, sejumlah proyek yang mempengaruhi beban jalan adalah pembangunan trase kedua di tol Bekacayu yang ada di wilayah Caman, sampai dengan wilayah Jakasampurna. "Jalan Kalimalang dilintasi kendaraan berat," ujarnya.

Meski begitu, kata Yayan, pihaknya mengatur lintasan angkutan berat itu hanya bisa beroperasi pada malam hari. Sehingga, tidak menampak kepadatan jalan ketika jam sibuk orang berangkat dan pulang kerja. "Kendaraan itu keluar dari tol Bekasi Barat lalu masuk ke jalur Kalimalang," paparnya.

Malah, dampak seringnya melintas angkutan berat, Yayan mengaku, menyebabkan kontruksi jalan mudah rusak, menimbulkan lubang maupun bergelombang. Kondisi ini tentunya cukup membahayakan pengguna jalan, apalagi jalur Kalimalang merupakan jalur arteri paling padat menuju ke Jakarta dibanding jalur lain seperti Sultan Agung dan I Gusti Ngurah Rai. "Mayoritas penggunanya kendaraan roda dua," katanya.

Yayan meminta jaminan kepada pemerintah pusat perihal kondisi jalan. Salah satunya, jaminan kondisi jalan agar kontruksinya tetap selalu baik dan tidak ada yang rusak ataupun berlubang. "Kami sudah kirimi surat karena jalur arteri harus diperhatikan," imbuhnya.

Selain disebabkan karena adanya lalu lalang kendaraan berat dari proyek nasional, Yayan mengaku, volume kendaraan juga bertambah di ruas Jalan Kalimalang. Penyebabnya, sejak diberlakukannya kebijakan ganjil genap di gerbang tol Bekasi Barat. Kendaraan yang biasa masuk melalui gerbang tol itu kini beralih ke Cikunir 1 dan 3 melalui jalur Kalimalang. "Meningkatnya sekitar 10 persen, tapi tidak sampai menimbulkan kemacetan parah," kata Yayan.Sementara itu, Kasi Ruang Milik Jalan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Arief Fadillah mengatakan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan pelaksana proyek pembangunan. Kordinasi itu meminta pertanggungjawaban atas kerusakan jalan yang diakibatkan angkutan berat milik pekerjaan proyek.

Hasilnya, pemerintah pusat melalui kontraktor pembangunan tol Becakayu sudah bersedia melakukan pemeliharaan Jalan Kalimalang sepanjang dua kilometer lebih yang ada di Kota Bekasi. "Pemeliharaan rutin berupa tambal sulam," tandasnya. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tol-becakayu 

Berita Terkait

Proyek Lanjutan Tol Becakayu Molor

Megapolitan

Jalan Kalimalang Bakal Tambah Macet

Megapolitan

Target Penyelesaian Becakayu Meleset

Megapolitan

IKLAN