Selasa, 13 November 2018 10:07 WIB
pmk

Tekno

PT RAI Gandeng TUCANA Engineering Kembangkan Pesawat R80

Redaktur: Sicilia

INDOPOS.CO.ID - PT Regio Aviasi Industri (RAI) dan TUCANA Engineering Ukraine telah menandatangani Framework Agreement, dalam program pengembangan pesawat R80. Penandatangan kesepakatan kerjasama ini dilakukan Direktur Utama PT RAI Agung Nugroho dan CEO TUCANA Engineering Ukraine Myroslav Krekota di Wisma Habibie & Ainun, Munich, Jerman, beberapa waktu lalu.

Penandatanganan kerja sama itu disaksikan langsung pendiri dan Komisaris Utama PT RAI BJ Habibie, Vladimir Kulchitsky, pendiri dan Chairman dari Progresstech Group yang merupakan perusahaan induk TUCANA Engineering, Andrey Sharnin, selaku CEO Progresstech Group, dan Desra Ghazfan, selaku CIO PT RAI.

Dalam kesempatan ini, Habibie menyampaikan, bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat bergantung kepada transportasi udara. "Dan pesawat R80 merupakan jawaban atas tantangan tersebut. Diharapkan, program pengembangan pesawat R80 ini juga akan membangun ekosistem industri dirgantara nasional," ucap Presiden RI ketiga ini lewat pernyataan tertulisnya dari Munich, Jerman, Rabu (18/4) kemarin.

Kerja sama kedua perusahaan mengembangkan pesawat R80 dengan bentuk risk sharing partner disebutnya menunjukkan pentingnya kerja sama industri pesawat terbang bagi kedua belah pihak. Dalam kerja sama ini, TUCANA Engineering akan menjadi engineering dan design provider bagi PT RAI untuk tahapan fase full scale development.

"Kerja sama ini juga akan menjadi rintisan kerjasama industri pesawat terbang kedua negara yang lebih luas di masa yang akan datang," ucap Direktur Utama PT RAI Agung Nugroho.

PT RAI, lanjut Agung, yakin dengan kemampuan TUCANA Engineering. Dimana keberhasilan implementasi dari perjanjian hari ini akan memastikan program R80 dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

PT RAI sendiri saat ini sedang mengembangkan program pesawat R80 untuk pasar dalam negeri dan internasional yang telah menyelesaikan Fase 1, yaitu Preliminary Design dan Feasibility di tahun 2016. "Tercatat 155 pesawat yang sudah di order ke kita. Dan saat ini akan memasuki Fase 2, yaitu Full Scale Development yang direncanakan akan selesai di tahun 2025," jelas Agung.

Selanjutnya di tahun 2022, PT RAI akan melakukan terbang perdana R80. Sedangkan untuk fase 3, yaitu Fase Komersial akan dimulai tahun 2025 yang ditandai dengan mulainya PT RAI menyerahkan pesawat bagi para konsumennya.

Adapun pesawat R80 telah diberikan status Program Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden No. 58/2017 karena peran pentingnya dalam agenda pemberdayaan industri strategis nasional. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kerjasama-pengembangan-pesawat-r80 

Berita Terkait

IKLAN