Ekonomi

Astra Fokus Garap Tol Trans Jawa

Redaktur:
Astra Fokus Garap Tol Trans Jawa - Ekonomi

Ilustrasi. Foto: jawapos.com

INDOPOS.CO.ID - PT Astra Internasional (ASII) sejak beberapa tahun terakhir menggeluti bisnis infrastruktur. Melalui kepanjangan tangan anak usaha yaitu PT Astra Infrastructure, perusahaan menggarap jalan tol dan pelabuhan. Langkah itu diambil raksasa mobil nasional tersebut, supaya pemasukan tidak bertumpu pada sektor otomotif.

Untuk jalan tol, perusahaan telah memiliki sejumlah konsesi sepanjang 353 km. Di mana, sepanjang 269 km telah beroperasi. Perusahaan bakal fokus investasi pada ruas tol Trans Jawa. ”Kami target operasi penuh tahun depan,” tutur Head of Investor Relations PT Astra Internasional Tira Ardianti, di Jakarta, Rabu (18/4).

Menajamen mengklaim akan terus menambah porsi kepemilikan konsesi jalan tol di Jawa. Itu mengingat ekonomi mengalami pertumbuhan dan pembangunan infrastruktur tengah gencar. Tidak peduli meski bisnis infrastruktur dan logistik tahun lalu rugi Rp 231 miliar dibanding edisi 2016 masih mencatat untung Rp 263 miliar. ”Secara aspirasi menambah aset di tol. Namun, semua tergantung opportunity,” imbuh Tira.

Astra mengincar sejumlah ruas-ruas tol di Pulau Jawa, termasuk sejumlah ruas tol milik BUMN. Maklum, belakangan tol BUMN ditawarkan lewat proses divestasi saham. ”Ya, kongkritnya belum bisa ngomong. Harus dikaji dengan saksama, tidak ujug-ujug,” ucap perempuan berhijab itu.

Astra menggarap proyek infrastruktur bukan tanpa dasar. Di mana, saat ini telah memiliki tujuh lini usaha. Meliputi otomotif, jasa keuangan, heavy equipment-mining-construction and energy, agribisnis, infrastruktur dan logistik, information teknogi serta properti. Nah, dari tuju lini bisnis itu, otomotif masih menjadi penopang kinerja perusahaan.

Dan, dari total pendapatan sepanjang tahun lalu sejumlah Rp 206,05 triliun, lini bisnis otomotif mendominasi sebesar Rp 95,2 triliun, naik 1 persen dari tahun sebelumnya. Jadi, otomotif penyumbang pendapatan terbesar Astra, mencapai 47 persen. Untuk mobil dan sepeda motor, Astra juga masih memimpin pasar otomotif nasional.

Garapan Astra terbaru, yaitu masuk dalam bisnis life insurance. Maklum, penetrasi pasar asuransi masih kecil di tengah ledakan populasi. Melalui  PT Astra Aviva Life (Astra Life) dan PT Federal International Finance (FIF Group), rata-rata penjualan premi tiap tahun 327 persen, sepanjang 2015-2017.

Untuk lini bisnis alat berat, Astra juga masuk bisnis kontraktor pembangkit listrik atau energi. Melalui anak usaha PT United Tractor (UNTR), Astra memiliki 25 persen saham dalam konsorsium Bhumi Jati Power (BJP) bersama Sumitomo Corporation Group dan The Kansai Electric Power Co., Inc. Group.

Adapun  lini bisnis agribisnis, selain kelapa sawit, juga ada peternakan sapi. Perusahaan tidak hanya memproduksi minyak kelapa sawit tetapi juga membuat produk olahan. Lalu ada cattle in palm oil, ternak sapi pada kebun kelapa sawit. Sementara itu, Direktur Astra Graphia, Hendrik saat menyinggung pentingnya digital transformation. Saat ini, perusahaan sangat penting melakukan revolusi digital (digital revolution). "Kalau tidak, perusahaan akan ketinggalan," ingat Hendrik. (dai)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.