Ekonomi

Tipis Jatah Investor Ritel

Redaktur:
Tipis Jatah Investor Ritel - Ekonomi

AKSI KORPORASI-Presiden Direktur Hermina Hasmoro (dua kiri) bersama jajaran direksi lain seusai public expose rencana initial public offering (IPO) di Jakarta Selasa (18/4). TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Medikaloka Hermina menawarkan harga saham senilai Rp 3.700-5.000 per lembar pada hajatan initial public offering (IPO). Calon emiten medis itu bakal melepas saham perdana 351,38 juta (11,82 persen) dari total modal disetor. Dengan skema harga itu, perusahaan akan mengantongi dana antara Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,75 triliun.

Manajemen berharap melalui aksi korporasi itu, jumlah rumah sakit bertambah dan menjangkau seluruh Indonesia. Maklum, saat ini perusahaan telah memiliki 28 rumah sakit, dengan 2.780 tempat tidur tersebar pada 10 provinsi. "Harapan kami bisa menjadi 40 unit dengan 4 ribu tempat tidur," tutur Presiden Direktur Medikaloka Hermina, Hasmoro di Jakarta, Rabu (18/4).

Berdasar rencana, dana hasil IPO akan dipakai untuk sejumlah kebutuhan. Sebesar 25 persen untuk pengembangan rumah sakit baru, 25 persen pembelian peralatan medis, 25 persen membayar utang jatuh tempo tahun ini, dan 25 persen untuk modal kerja operasional.

Tahun ini, perusahaan membutuhkan belanja modal Rp 700 miliar untuk membangun 4 rumah sakit di Samarinda, Ujung Pandang, Palembang, dan satu lokasi lainnya yang masih difinalisasi. Grup Rumah Sakit (RS) Hermina itu menurunkan proyeksi dana dari skema awal USD 200 juta setara Rp 2,72 triliun.

Sejumlah investor institusi telah menyatakan minat untuk menyerap saham perdana perusahaan, induk perusahaan rumah sakit Hermina. Dengan minat  tinggi investor institusi, investor retail diperkirakan hanya akan mendapat jatah  minimum dari penjamin emisi.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Mandiri Sekuritas (Mansek), Credit Suisse Group, DBS Vickers dan Citi Group Sekuritas Indonesia. Managing Director Mansek Laksono Widodo mengatakan, aksi IPO dilakukan untuk ekspasi dan pembelian berbagai alat-alat kesehatan lain. (far)

Berita Terkait

Ekonomi / Harga Emas Naik Tipis

Headline / IHSG Terperosok 13 Poin

Megapolitan / Saham Pemprov DKI Jakarta Tetap

Ekonomi / Saham Asia Dinilai Kurang Untung, Efek Tekanan Perang Dagang

Ekonomi / UKM Taklukkan Market AS


Baca Juga !.