Senin, 24 September 2018 09:00 WIB
pmk

Kesehatan

Ternyata, WNI Suka Karbohidrat Tinggi

Redaktur:

BINCANG SEHAT-Pelatih Fisik Cristiano Ronaldo yang juga Director of Worldwide Fitness Education Samantha Clayton (kiri) didampingi Senior Director and country General Manager Herbalife Andam Dewi memberikan penjelasan tentang hasil survei di Asian Pasific Breakfast Survey 2018 di Jakarta, Rabu (18/4). Foto: Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Herbalife Nutrition merilis sejumlah temuan dari survei bertajuk “Survei Sarapan Sehat di Asia Pasifik (Asia Pacific Healthy Breakfast Survey)” yang ditujukan untuk mengetahui kebiasaan dan pola sarapan serta kebiasaan konsumsi makanan bagi konsumen di Asia Pasifik. Senior Director & General Manager Herbalife Andam Dewi menjelaskan, survei ini diselenggarakan pada Februari 2018 yang lalu dan diikuti oleh lebih dari 5.500 responden di 11 negara Asia Pasifik yaitu Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

‘’Hasil survei tersebut menemukan bahwa mayoritas responden memahami akan pentingnya sarapan sehat dalam meningkatkan kesehatan dan mengelola berat badan,’’ ujarnya di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/4). Untuk Indonesia, lanjutnya, survei menunjukkan mayoritas responden (72 persen) setuju bahwa sarapan di pagi hari merupakan waktu makan yang paling penting dibanding makan siang dan makan malam.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa mayoritas responden (88 persen) melakukan sarapan di rumah, dibanding dengan (5 persen) yang melakukannya di kantor. Sementara tiga persen lagi sarapan di jalan menuju kantor.

‘’Kami bangga mengetahui bahwa mayoritas masyarakat di Asia Pasifik termasuk di Indonesia memahami pentingnya melakukan sarapan setiap harinya. Di Herbalife Nutrition, kami juga mempercayai bahwa sangat banyak manfaat yang akan kita dapat jika kita mengkonsumsi sarapan sehat secara rutin setiap hari. Sarapan sehat dengan nutrisi yang seimbang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita dalam satu hari saja, namun, dalam jangka panjang,” paparnya.

Dia menambahkan, kebiasaan baik itu dapat membantu menjaga sistem metabolisme tubuh agar tetap prima, kesehatan otak, serta membantu dalam mengelola berat badan. Berdasar temuan dalam survei, 7 dari 10 (71 persen) konsumen di Indonesia mengatakan melakukan sarapan setiap hari atau 7 hari dalam seminggu.

Dengan kata Iain, 29 persen mengaku melakukan sarapan tidak setiap hari dalam seminggu. Namun demikian, dari total responden yang tidak melakukan sarapan secara rutin tiap hari, 76 persen dari mereka mengaku akan memotivasi diri untuk melakukan sarapan secara rutin.

Saat ditanya ditanya tentang manfaat apa yang didapat dari mengkonsumsi sarapan, 98 persen responden mengatakan “Sarapan memberi energi di pagi hari”, 94 persen responden mengatakan “Sarapan dapat membantu memulai metabolisme tubuh di pagi hari”. Sedang 83 persen responden mengatakan “Sarapan dapat memperbaiki mood untuk memulai hari”.

Dari segi komposisi nutrisi, survei menunjukkan bahwa 40 persen konsumen Indonesia menganggap karbohidrat sebagai nutrisi panting dalam sarapan. Angka tersebut sama seperti protein, dimana 40 persen menganggap protein adalah nutrisi penting untuk dikonsumsi saat sarapan.

Faktanya makanan tradisional sarat karbohidrat (56 persen) dan minuman panas (41 persen) masih menjadi menu sarapan favorit konsumen Indonesia. Menurut filosofi di Herbalife Nutrition, asupan kalori untuk setiap porsi makanan seharusnya mengandung 40 persen karbohidrat, 30 persen protein, 30 persen lemak, serta 25 gram serat dan delapan gelas air minum Untuk menjaga kesehatan tubuh.

Hambatan dalam melakukan sarapan secara rutin, survei juga mengindikasikan bahwa mayoritas dalam mengkonsumsi sarapan juga menghadapi beberapa hambatan. Tiga hambatan teratas tersebut adalah beranggapan kebutuhan kalori dapat dipenuhi nanti atau menunda sarapan (47 persen).

Sebanyak 22 persen sedang menjaga berat badan. Tidak merasa lapar di pagi hari (18 persen, dan karena keterbatasan waktu (13 persen). Selain nutrisi, olahraga juga diperlukan untuk hidup sehat. Pelatih Fisik Cristiano Ronaldo Samantha Clayton mengatakan, tak harus ke gym, olahraga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

‘’Setidaknya luangkan waktu 30 menit, 4 kali seminggu untuk melakukan olahraga. Tidak harus selalu dilangsungkan selama 30 menit, bisa juga diakumulasikan dalam sehari. Misalnya saat dikantor bisa melakukan squat, atau duduk tegak sambil mengangkat kaki satu persatu. Banyak hal kecil yang bisa dilakukan misalnya dibandingkan menggunakan elevator lebih baik menggunakan tangga,’’ kata ibu empat anak itu. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN