Indobisnis

Kimia Farma Garap Apotek Online

Redaktur:
Kimia Farma Garap Apotek Online - Indobisnis

KINERJA-Dirut Kimia Farma Honesti Basyir (tengah) kala memaparkan performa perusahaan di Jakarta, Kamis (19/4). TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Kimia Farma (KAEF) tahun ini bakal membuka apotek online. Itu sebagi inovasi dalam penjualan produk kepada masyarakat. Maklum, teknologi berkembang pesat. Dan, sebagai BUMN tidak boleh ketinggalan dalam hal inovasi.

Manajemen mengklaim, peluncuran aplikasi itu bakal dilakukan sebelum triwulan III tahun ini. "Kami launching nanti. Produk-produk yang dijual tidak butuh resep, dan kosmetik," tutur Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir, di Jakarta, Kamis (19/4).

Pertimbangan inovasi itu, kalau outlet butuh bangunan fisik. Satu outlet butuh hingga lima pegawai. Kondisi itu menuntut pemain farmasi harus memikirkan bisnis baru. "Nanti, kalau progres bagus akan ditawarkan kerja sama pada pihak ketiga," imbuhnya.

Selain itu, perusahaan juga telah mengembangkan konfirgurasi portofolio bisnis terkoordinasi dengan baik, mengintegrasikan seluruh rantai bisnis melalui proses digitalisasi, pembentukan Transformation Management Office (TMO) sudah dimulai sejak Januari 2018 lalu. Itu dilakukan untuk mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan mengakuisisi sejumlah perusahaan dalam memperluas pangsa pasar.

Pada aspek digitalisasi, pembuatan aplikasi Track & Trace bekerja sama dengan Badan POM telah memasuki tahap roll-out. Di mana, aplikasi itu berfungsi  melindungi masyarakat terhadap pemalsuan produk obat dan makanan. "Kami memberi produk dan layanan kesehatan semakin unggul dan berkualitas." ucapnya.

Perusahaan menyebar dividen Rp 98 miliar, 30 persen dari laba bersih edisi 2017 Rp 331,7 miliar. Tahun lalu, perusahaan membukukan aset Rp 6,1 triliun, naik 32,16 persen dari edisi sama 2016 sebesar Rp 4,612 triliun. Laba tercatat Rp 331,71 miliar, naik 22,13 persen dari tahun 2016 senilai Rp 271,598 miliar. Itu didukung pendapatan usaha Rp 6,13 triliun.

EBITDA margin terakumulai Rp 600 miliar, naik 20,9 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 496 miliar. Arus kas bersih mencapai Rp 1,15 triliun, meningkat 145,31 persen dibanding fase sama 2016 sebesar Rp 467,56 miliar. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Pendapatan Usaha Kimia Farma Meningkat 21,65 Persen

Ekonomi / Kimia Farma Luncurkan Toko Online Mediv

Ekonomi / Kimia Farma Akuisisi Phapros 

Indobisnis / Kimia Farma Gandeng Baznas Salurkan Bantuan Sulteng Rp 150 Juta


Baca Juga !.