Ekonomi

Waspada, Investasi Bodong Makin Menjamur

Redaktur: Jakfar Shodik
Waspada, Investasi Bodong Makin Menjamur - Ekonomi

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing, meminta masyarakat cerdas berinvestasi. Jangan tergiur keuntungan berlipat tinggi.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing meminta masyarakat lebih berhati-hati dengan penawaran investasi. Terlebih yang menawarkan keuntungan sangat besar. Sebab, diduga itu adalah investasi bodong. Yang memang sengaja untuk melakukan penipuan.

"Tahun ini, sejak Januari-April, sudah ada 72 entitas diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin. Dan, berpotensi merugikan masyarakat," tutur Tongam, di kantor OJK, Jakarta, Jumat (20/4).

Tongam menambahkan, jumlah entitas ilegal itu kemungkinan bertambah. Pasalnya, masih ada belasan perusahaan akan dipanggil. "Investasi bodong, pada Mei kami akan panggil lagi 15 entitas," jelasnya.

Ia menambahkan, bermunculan kasus investasi ilegal, terkesan berulang. Padahal, pihaknya selalu melakukan pencegahan dan penindakan. Tahun lalu, ada 80 entitas telah dihentikan operasinya. "Kami juga mengimbau masyarakat untuk cerdas berivenstasi," seru Tongam.

Adapun kategori kegiatan entitas ilegal itu seperti forex atau future, cryptocurency, multi level dan sebagainya. Modusnya beragam. Misalnya, menggunakan skema ponzi dengan iming-iming bonus. Imbal hasil sangat tinggi dan sebagainya.

"Kami memprediksi modus penipuan investasi yang marak ke depannya semakin beragam," ucap Tongam.

Untuk Cryptocurrency, modusnya investasi dengan imbal hasil tinggi. Program lending atau bonus peminjaman cryptocurrency kepada pihak lain. Dan program  stalking atau bonus penyimpanan cryptocurrency dalam jangka waktu tertentu.

"Untuk Multi Level Marketing (MLM), menawarkan jasa secara MLM. Fokus pada member get member dengan iming-iming imbal hasil. Bukan pada penjualan produk," urainya.

Untuk forex modusnya, menawarkan produk yang tidak mempunyai izin. Perusahaan forex dari luar negeri menawarkan produk di Indonesia tanpa izin.

"Modus penipuan lainnya adalah duplikasi website. Menggunakan nama website yang mirip dengan website suatu perusahaan. Namun, kemudian mengajak investasi. Padahal itu penipuan," tukasnya. (dai)

Berita Terkait

Ekonomi / Harga Emas Naik Tipis

Ekonomi / Entitas Fintech Wajib Munculkan TKB 90

Ekonomi / OJK Seriusi Konsumen Industri Fintech Lending

Ekonomi / OJK Ajari Pelajar Miliki Simpanan


Baca Juga !.