Lifestyle

Sambut Hari Kartini, RS Siloam Jogjakarta Gelar Edukasi Dini Cegah Kanker Serviks

Redaktur: Ali Rahman
Sambut Hari Kartini, RS Siloam Jogjakarta Gelar Edukasi Dini Cegah Kanker Serviks - Lifestyle

Dokter Spesialis Kandungan RS Siloam Jogjakarta, dr. Danny Wiguna SpOG pada acara edukasi dini cegah kanker serviks Rumah Sakit Siloam Jogjakarta. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka menyambut hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Sabtu (21/4).

INDOPOS.CO.ID - Rumah Sakit Siloam Jogjakarta menggelar edukasi dini cegah kanker serviks. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka menyambut hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Sabtu (21/4).

Dokter Spesialis Kandungan RS Siloam Jogjakarta, dr. Danny Wiguna SpOG mengatakan, pencegahan dini sangat perlu dilakukan. Sebab, kanker serviks berisiko menyebabkan kematian pada wanita.

dr. Danny menjelaskan, cara terbaik untuk penanggulangan kanker serviks, yakni melalui deteksi dini. Dalam hal ini, test papanicolaou atau lebih dikenal sebagai papsmear. Deteksi dini penting karena umumnya kanker serviks tidak memiliki gejala khusus. "Adapun Papsmear digunakan dalam mendeteksi infeksi virus Human Papillomavirus (HPV)," ujarnya.

Sejauh ini, terdapat 12 tipe HPV beresiko tinggi. Sebagian besar infeksi akan ditekan pertumbuhannya oleh sistem imun dalam satu hingga dua tahun tanpa menyebabkan gejala kanker.

Sementara, faktor risiko kanker serviks adalah kondisi yang meningkatkan kemungkinan terinfeksi HPV. Diantaranya, pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks di usia muda, sistem imun tubuh yang lemah, merokok, mengkonsumsi obat-obatan diethylstilbestrol selama kehamilan dan riwayat kanker pada organ reproduksi bagian bawah.

"Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali sejak usia 21 tahun. Pastinya tidak terdapat usia maksimal untuk melakukan skrinning, karena insidensi terjadi kanker serviks meningkat sesuai dengan usianya," kata dr. Denny.

Perlu diketahui, persiapan deteksi dini yaitu wanita yang tidak sedang menstruasi, dua hari sebelum pemeriksaan tidak melakukan hubungan seksual, penggunaan tampon, menggunakan obat-obatan pada vagina, kontrasepsi pada vagina (foam atau gel). “Pemeriksaan ini tidak memilki komplikasi dan juga tidak nyeri. Banyak pasien yang menanyakan apakah pemeriksaan ini nyeri atau tidak, sakit atau tidak," pungkasnya. (iwk)

Berita Terkait

Lifestyle / Manfaat Klorofil untuk Kesehatan

Daerah / Bayi Ini Lahir Tanpa Kulit Perut

Lifestyle / Kendalikan Hipertensi, Turunkan Risiko Gagal Jantung

Lifestyle / Ini Loh Manfaat Lain Minum Susu

Nasional / Mau Mudik, Ingat Pesan Menteri Kesehatan Nila Moeloek

Lifestyle / Jaga Bau Mulut Saat Puasa? Ini Caranya


Baca Juga !.