Kamis, 20 September 2018 03:54 WIB
pmk

Politik

SBY Bungkam Mulut Waketum Demokrat

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirim perintah melalui pesan elektronik kepada Roy Suryo. Isinya, meminta wakil ketua umum partai berlambang mercy meminta tidak lagi banyak bicara di media massa.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Roy Suryo membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, dirinya mendapat pesan langsung berupa WA dari ajudan SBY pukul 14.38 WIB dan 15.02 WIB.

Saat itu, Roy langsung membalas dengan kalimat, 'siap pesan diterima dengan baik dan dilaksanakan. Terimakasih'. "Sikap saya yang langsung menerima dengan baik dan melaksanakan perintah ketua umum tersebut memang saya lakukan dengan sepenuh hati, karena memang demikianlah yang seharusnya terjadi, tanpa perlu saya tanyakan lagi kepada beliau mengapa hal tersebut dilakukan, Apa alasannya, dan sebagainya," kata Roy dalam pesan singkat, Minggu (22/4).

Dia menganggap, pesan SBY itu sebagai sikap 'ngemong' (pembinaan) yang sangat baik dari SBY selaku ketum partai terhadap semua kadernya. Sehingga dia mengucapkan terima kasih.

Namun, yang justru menarik, lanjut dia, pesan WA tersebut sebenarnya hanya terkirim kepada tiga nama dalam tujuan: Roy, Sekjend Demokrat Hinca Pandjaitan dan Kadivisi Komunikasi Publik Imelda Sari. Sehingga secara teknis, tidak mungkin bocor kepada pihak-pihak lain, kecuali kepada tiga nama yang disebut dan dikirim oleh ajudan SBY.

"Uniknya pada pukul 16.45 WIB, saya mulai menerima WA, SMS dan bahkan banyak telepon dari rekan-rekan media yang 'mempertanyakan hal tersebut sampai sekarang," tutur dia lagi.

"Menurut sumber yang menyampaikan ke saya, ternyata ada yang sengaja membocorkan pesan yang seharusnya bersifat internal dari Pak SBY ke 3 kadernya tersebut dan bahkan dikirim ke WA Group teman-teman wartawan, sehingga beredarlah pesan internal Demokrat ke media dan membuat HP, WA bahkan SMS saya tidak berhenti menerima pesan dan (miss, red) call, meski saya bertahan awalnya untuk tidak menjawab apapun, selain hanya mengirim emoticon 'senyum'," tegas Roy.

Jadi sekali lagi, lanjut dia, soal arahan dari SBY itu, dia ucapkan terima kasih dan mengapresiasi sebagai sebuah bentuk komunikasi yang baik secara internal dan tidak perlu dipertanyakan apa masalahnya.

"Karena memang sudah sesuai fatsun partai. Namun pembocor internal di Partai Demokrat ini yang berbahaya, karena sebuat pesan internal dari pak SBY saja bisa bocor kemana-mana, bahkan sampai WA group wartawan," terang dia.

Di sisi lain, Roy mengaku memang secara kebetulan dalam seminggu ke depan akan menunaikan tugas selaku Anggota Komisi I DPR RI di luar Indonesia.

"Jadi memang sementara waktu mohon pamit dulu dari rekan-rekan media, terima kasih dan sampai jumpa," tutup dia. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sby #partai-demokrat 

Berita Terkait

Demokrat Akui Main Dua Kaki

Headline

PD Benarkan SBY Diminta Jadi Penasehat Prabowo

Politik

IKLAN