Kamis, 15 November 2018 06:20 WIB
pmk

Nasional

Pertamina Serahkan Barang Bukti 3 Potongan Pipa ke Polda Kaltim

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Potongan terakhir pipa Pertamina berhasil diangkat ke atas Kapal Barge Crane Base dengan kapal Sea Haven 2, Minggu (22/4). 

Dengan ini total panjang pipa diangkat mencapai 49 meter. Pertamina telah mengangkat 2 potongan pipa  putus diduga akibat faktor eksternal. Pengangkatan potongan pipa terakhir berjalan cukup lancar walaupun sempat tertunda karena faktor cuaca dan teknis.

Pipa pertama dengan cutting point E3 (line E1-E3) memiliki ukuran 7 meter dengan berat 3,5 ton berhasil diangkat pada Kamis (19/4) .Kemudian, Jumat (20/4) pukul 09.30 WITA, pipa kedua dengan cutting point B3 (line D-B3) memiliki ukuran 18 meter dengan berat 9 ton diangkat. 

Terakhir, pipa ketiga 24 meter dengan berat 12 ton terakhir berada di cutting point A3 (line B3-A3) terangkat, Minggu (21/4) sekitar pukul 18.00 WITA.

Region Manager Communication & CSR Kalimantan, Yudi Nugraha menjelaskan, Pertamina telah berupaya membantu pihak kepolisian  melakukan investigasi antara lain melakukan pengangkatan pipa dan menyediakan lokasi pemeriksaan pipa di darat.

Pipa Pertamina ini memiliki ketebalan pipa 12.7 mm terbuat dari bahan pipa Carbon steel pipe API 5L Grade X42. Kekuatan pipa terhadap tekanan diukur dari safe Maximum Allowable Operating Pressure (MAOP),1061.42 Psig, sementara, operating pressure yang terjadi pada pipa hanya mencapai 170.67 Psi

Kondisi terakhir pipa sangat baik dan diinspeksi secara berkala. Terakhir kali visual inspection tanggal 10 Desember 2017 oleh diver untuk check kondisi external pipa, cathodic protection dan spot thickness. Inspeksi untuk sertifikasi terakhir 25 Oktober 2016, sertifikat kelayakan penggunaan peralatan yang dikekuarkan oleh Dirjen Migas masih berlaku hingga 26 Oktober 2019, dengan sertifikasi 3 tahun sekali sesuai SKPP Migas.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menjelaskan, Pertamina korban peristiwa  pipa patah di Teluk Balikpapann setelah Pushidrosal melakukan pencitraan dasar laut di lokasi , beberapa waktu sesudah kejadian

"Tidak mungkin pipa patah begitu saja. Kalau melihat hasil patahan pipa dan bekas garukan, pasti , terdapat benda keras menyebabkan patahan . Asumsi kami, benda keras itu jangkar. Dengan demikian, Pertamina hanya sebagai korban, apalagi pipa patah itu telah dilaporkan dan sudah tergambar pada peta," kata Harjo.

Selain menunggu investigasi atas penyebab eksternal atas patahnya pipa tersebut untuk kepentingan hukum, Pertamina dan warga Balikpapan menantikan hasil uji laboratorium atas kualitas air Teluk Balikpapan sedang dilakukan KLHK.(rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertamina #pengangkatan-potongan-pipa 

Berita Terkait

Motor Listrik Nasional Mulai Diproduksi 2019

Ekonomi

Diprediksi Pertamina Defisit Rp 40 Triliun

Nasional

Subsidi BBM-Elpiji Membengkak

Nasional

IKLAN