Selasa, 11 Desember 2018 11:58 WIB

Nasional

Pemerintah Menjungkalkan Hoax Lewat FMB9

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.OD - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Niken Widiastuti menegaskan bahwa pemerintah secara terus menerus akan berupaya untuk menjungkalkan informasi hoax.

Salah satunya melalui kegiatan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9). Ini dilakukan berlandaskan UUD 1945 pasal 28F, UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2005 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik.

Menurutnya, sejak orde reformasi, tak dapat dipungkiri bahwa arus informasi merupakan bagian kebutuhan utama dalam setiap lini aktivitas. Terlebih di tengah perkembangan model teknologi digital, seperti media sosial dan online dewasa ini.

"Merbaknya arus informasi, sangat sulit dibendung. Karena ada kebebasan. Jadi, dampaknya ada yang positif dan ada yang negatif," ujarnya kepada INDOPOS, Selasa (24/4).

Namun, realitanya yang kerap beredar itu informasi tanpa arah dan menyasar ke berbagai kebijakan pemerintah Indonesia. Di luar, ada informasi yang berkembang kemudian disebarkan ke publik tanpa pijakan data penjelasan akurat. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat Indonesia terjebak pada kegelapan informasi tentang kebijakan pemerintah yang terkait dengan kehidupan bernegara.

"Dinamika perkembangan informasi seperti ini harus disikapi secara bijak agar mengurangi kesesatan informasi di ruang publik. Nah, di sinilah peran dari FMB9," serunya.

Dijelaskannya, penyelengaraan FMB9 tidak berdiri sendiri, hanya antar dan untuk pemerintah. Tapi menjadi jembatan penyampai informasi berbagai kebijakan pemerintah maupun isu yang berkembang di ranah publik.

Niken menyebitkan, teori demokrasi modern meneguhkan bahwa pemerintah yang sah dan media terdiri dari dua elemen paling dasar yang tentunya saling berkaitan dan bersinergi, yakni pemerintah sebagai institusi pelayan publik memerlukan media untuk alat informasi. Begitu juga sebaliknua, media butuh pemerintah sebagai sumber informasi yang akurat.

“Kemenkominfo menyelenggarakan FMB9 sebagai tindak lanjut dari pidato kenegaraan Presiden. Kita akan menggali lebih dalam apa saja kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakilnya bapak Jusuf Kalla,” tutur Niken.

Sementara, Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Komunikasi, Johan Budi SP mengatakan, dalam hal ini pemerintah perlu media untuk mengomunikasikan terkait dengan kebijakan dan program yang sudah dijalankan atau akan segera dilakukan kepada publik.

Pastinya, apa yang masih perlu dibenahi untuk kebijakan ke depan, secara tepat, akurat, serta data yang valid, maka program FMB9 perlu terus dilaksanakan agar tak ada sesat opini di ruang publik. Intinya untuk menggerus kabar bohong, menepis hoax. (iwk)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenkominfo #forum-merdeka-barat-9-fmb9 #berita-hoax 

Berita Terkait

Humas Pemerintah Harus Kuasai Teknologi

Nasional

SDPPI Luncurkan 8 Inovasi

Nasional

Kemenkominfo Pacu Layanan Digital

Nasional

IKLAN