140 Sekolah Masih UNKP, Puluhan SMP Negeri Gelar UNBK Menumpang

INDOPOS.CO.ID – Target Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP seluruh sekolah dengan sistem komputer nampaknya tidak kesampaian tahun ini. Pasalnya, masih ada ratusan sekolah swasta yang belum siap ujian dengan sistem ujian komputerisasi tersebut.

Akibatnya, ratusan sekolah swasta dengan ribuan siswa itu mengikuti Ujian Nasional (UN) berbasis kertas dan pensil plus masih ada puluhan sekolah negeri yang menumpang menggelar UNBK yang digelar serempak, Senin (23/4).

Penyebabnya, penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai yang membuat UNBK tidak bisa seluruhnya diterapkan di sekolah tingkat SMP tersebut.

Perlu diketahui, tahun ini masih ada 168 sekolah yang belum siap menggelar UNBK di Kota Bekasi terdiri dari 28 SMP negeri yang harus menumpang UN di sekolah lain dan 140 SMP swasta yang masih menggunakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

”Untuk SMP negeri memang masih ada 28 sekolah yang masih menumpang menyelenggarakan UNBK,” terang Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah, Senin (23/4).

Untuk diketahui, total siswa yang mengikuti UN tahun ini sebanyak 31.706 siswa. Para siswa itu terbagi untuk siswa SMP negeri sebanyak 15.338 pelajar, SMP terbuka sebayak 321 siswa, dan SMP swasta sebanyak 16.047 siswa.

Inay menambahkan, kendala sekolah yang belum menggelar UNBK itu karena masih keterbatasan sarana prasarana seperti komputer dan jaringan internet. Meski begitu, untuk tahun ini, pihaknya tengah melakukan pengadaan komputer untuk sekolah negeri. Agar tahun depan seluruh sekolah negeri bisa menggelar UNBK.

”Kami sudah lakukan pembelian (komputer, Red) tapi memang tinggal pendistribusiannya saja yang belum terlaksana,” ujarnya juga. Tahun ini, kata Inay juga, pembelian komputer dialokasikan dalam APBD 2018 mencapai Rp 39 miliar.

Namun, karena ada kendala teknis, maka pendistribusian komputer ke sekolah-sekolah terhambat. ”Jadi pembelian komputer sudah dilakukan, tinggal pendistribusian saja,” paparnya juga. Akibatnya ada beberapa sekolah SMP negeri yang menggelar UNBK sengaja meminjam komputer milik SMA negeri.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Bekasi Samsu menyampaikan, dari 31.706 siswa yang mengikuti UN sebanyak 9.588 siswa di antaranya masih menyelenggarakan UNKP.

Para siswa yang masih menggelar UNKP tersebut berasal dari sekolah swasta. “Kalau negeri sudah UNBK semua. Meski memang ada beberapa sekolah negeri yang masih menumpang menggelar UNBK,” kata Samsu.

Dia menambahkan, meski sekolah menggelar UN dengan kertas dan pensil penjagaan di sekitar lokasi ujian dilakukan dengan sangat ketat.

Jadi, katanya juga, bisa dipastikan tidak akan ada kebocoran soal. “Penjagaannya sangat ketat hingga tidak ada kebocoran soal.” imbuhnya.

Terpisah, Pengamat Pendidikan Kota Bekasi Kobul Imam menilai persoalan UN di Kota Bekasi bukan hanya ketiadaan komputer di sekolah tapi sarana dan prasarana pendukung untuk UNBK juga menjadi masalah penting.

”Contohnya, bisa saja komputernya ada, tapi bangunan sekolah tidak ada. Karena proses pengadaan barang untuk tingkat SMP dilakukan pihak berbeda. Komputer dibeli oleh dinas pendidikan, tapi bangunan di bangun oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan,” katanya.

Bukan itu saja, dia berharap, mulai saat ini harus ada kesiapan sumber daya pengajar untuk para siswa SMP tersebut. Nantinya, kata dia juga, siswa sudah mahir menggunakan komputer. ”Jadi kalau siswanya sudah dilatih, mereka tidak akan canggung saat mengikuti UNBK,” tandasnya. (dny)

UNBK Tingkat SMP di Kota Bekasi

1.  Siswa SMP ikut UN  : 31.706 siswa

Rincian: Siswa SMP negeri     : 15.38 pelajar

              Siswa SMP terbuka   : 321 pelajar

              Siswa SMP swasta     : 16.047 pelajar  

2.  SMP negeri ikut UNBK   : 127 sekolah

3.  SMP swasta ikut UNBK  : 27 sekolah

4.  SMP terpadu ikut UNBK : 6 sekolah

5.  SMP swasta belum ikut UNBK     : 140 sekolah wasta

6.  SMP negeri numpang UNBK  : 28 sekolah

 

      

 

Komentar telah ditutup.