Ini Kado Istimewa di HUT ke 19 Tahun SP BPJS Ketenagakerjaan

INDOPOS.CO.ID- Keberadaan serikat pekerja identik dengan aksi demonstrasi menuntut hak-hak pekerja. Namun ketika seluruh hak-hak pekerja dipenuhi oleh manajemen perusahaan lalu apa yang dikerjakan oleh serikat pekerja? Yang terjadi di BPJS Ketenagakerjaan adalah serikat pekerjanya kompak mendukung penuh tuntutan kinerja dari manajamen.

”Seluruh anggota Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan (SP BPJSTK) adalah seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan kami amanahkan untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. Yaitu menjalankan tugas layanan penyelenggaraan jaminan sosial ketengakerjaan seoptimal mungkin kepada seluruh masyarakat pekerja,” Ketua Umum SP BPJSTK, Eko Purnomo di sela acara merayakan HUT ke 19 tahun SP BPJSTK di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta Selasa (24/04).

Menurut Eko, kompak dengan pihak manajemen inilah sedikit keunikan antara pihkanya dengan SP yang lain. Sebab saat ini relatif tidak ada isu pelanggaran hak karyawan oleh manajemen BPJS Ketenagakerjaan. ”Kami tidak hanya berdiri di area normatif menuntut hak-hak karyawan. Namun kami bergerak ke area lebih dari itu yaitu men-support pelaksanaan regulasi jaminan sosial ketengakerjaan yang diemban oleh institusi kami,”  papar Eko.

Menuntut hak tidak selalu identik dengan aksi unjuk rasa. Eko mengaku pihaknya terbiasa menggelar forum bipartite dengan manajemen BPJS Ketenagakerjaan untuk menyikapi persoalan. Salah satunya menyikapi pembatalan larangan menikah sesame karyawan oleh putsan Mahkamah Konstitusi.

Akhir tahun lalu MK menganulir pasal Pasal 153 ayat 1 huruf f  Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengenai larangan pernikahan dengan teman sekantor. Sedangkan aturan kepegawaan BPJS Ketenagakerjaan mengacu pada UU tersebut. Menurut Eko dari sisi hukum putusan MK itu berkekuatan hukum tetap.

Setelah perundingian bipartite dengan pihak manajemen, maka hasilnya BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan hukum publik berkewajiban untuk patuh terhadap suatu regulasi.Artinya karyawan BPJS Ketenagakerjaan bisa menikah dengan sesame karyawan.

Tampaknya inilah salah satu kado istimewa yang dipersembahkan oleh SP BPJSTK di ultahnya ke-19. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi karyawan muda yang mendapat jodoh teman sekantor. Betapa tidak, hak sebagai karyawan salah satu pasangan tidaklah gugur seperti dulu.

”Kami ada pertemuan bipartite antara manajemen dan serikat pekerja yang mewakili karyawan dengan segala pertimbangan menyatakan patuh terhadap putusan MK. Nanti akan diatur lebih detil bagaimana mekanismenya. Dalam waktu dekat akan kita revisi Perdir (Peraturan Direktur) tentang ini,” ucapnya.

Perdir itu penting untuk meminimalisasi potensi konflik kepentingan. ”Misalkan pasangan suami istri sesama karyawan tidak boleh berada di dalam satu unit tertentu,” pungkasnya. 

Rangkaian kegiatan peringatan HUT SP BPJSTK ini berjalan sejak 11 April 2018.Ada beragam perlombaan stand up comedy, wefie contest, bakti sosial yang dilaksanakan di empat lokasi berbeda yaitu di Karawang, Ciganjur, Serang, dan Tangerang.

Puncak ceremonial kegiatan peringatan HUT SP BPJSTK ini dilaksankaan di seluruh Dewan Pimpinan Wilayah SP BPJSTK yang ada di masing-masing Kantor Wilayah dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai ucapan syukur di usia yang ke 19 Tahun ini.

Masih menurut Eko usia ke 19 Tahun ini merupakan tahapan masuk ke fase dewasa yang menuntut perubahan karakter di organisasi SP BPJSTK. Keberadaan SP BPJSTK merupakan elemen penting yang dapat menentukan produktivitas institusi. Sementara itu Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan eksistensi  SP BPJSTK sebagai penyeimbang kebijakan manajemen dengan karyawan.

”Harapan kami semoga SP BPJSTK tetap dapat eksis sebagai corong aspirasi bagi pekerja dan mitra strategis manajemen BPJS Ketenagakerjaan, Selamat HUT SP BPJSTK, Jaya Selalu,” tegas Agus.(dni)

Komentar telah ditutup.