Jumat, 16 November 2018 10:41 WIB
pmk

Indotainment

Pihak Ahmad Dhani Ragukan Bukti JPU

Redaktur:

Terdakwa kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani didampingi Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. (Yuliani/JawaPos.com).

INDOPOS.CO.ID - Ahmad Dhani percaya diri menghadapi sidang kasus ujaran kebencian dengan agenda nota keberatan (eksepsi). Dalam sidang yang berlangsung pada Senin (23/4), dia tidak membuat persiapan terlalu penting. Mantan cawabup Bekasi yang gagal pada Pilkada 2017 itu mengklaim didoakan oleh 99 persen habib di seluruh Indonesia.

"Persiapan hari ini modal nggak bersalah aja. Saya nggak siapin apa-apa," ungkapnya sebelum memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Dia mengklaim hampir seluruh ulama di Indonesia turut mendoakan dirinya. Ulama itu berharap mantan suami Maia Estianty itu tidak dihukum. "Kalau ditanya modalnya apa, saya didoakan habib se-Indonesia. 99 persen hampir semua Habib di Indonesia mendoakan saya," ungkap Dhani penuh percaya diri.

Kali ini pentolan band Dewa 19 itu membacakan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan yang dikemukakan jaksa penuntut umum (JPU) beberapa waktu lalu. Dari eksepsi tersebut penasihat hukumnya menyatakan alat bukti yang dijadikan JPU keliru.

Adapun alat bukti yang digunakan yakni pesan singkat dari aplikasi WhatsApp.

"Bahwa JPU tidak menjelaskan apakah hasil unggahan (ke twitter) tersebut sama persis dari apa yang terdakwa kirimkan kepada saksi Suryopratomo Bimo. Atau ada pengurangan atau tambahan dari saksi, mengingat adanya pengurangan dan tambahan dalam kalimat akan menimbulkan pengertian yang berbeda," ungkap penasihat hokum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko. Sidang dengan agenda eksepsi itu berlangsung dari pukul 14.00.

Untuk diketahui, Ahmad Dhani didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) melanggar pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pentolan Dewa 19 ini terancam hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Sebelumnya, Ahmad Dhani ditetapkan didakwa dalam kasus dugaan ujaran kebencian atas laporan Jack Boyd perihal cuitan musisi tersebut di akun Twitter@AHMADDHANIPRAST.

Jack Boyd menganggap kicauan Dhani berisi kebencian. Sebab menulis 'Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.'

Sebelum memasuki ruang sidang, Dhani pun membela diri. "Lagian belum ada orang yang meludahi orang lain dipenjara, apalagi cuma menyerukan," tegasnya. (ce1/yln/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ahmad-dhani #kasus-ujaran-kebencian 

Berita Terkait

IKLAN