Hukum

Setelah Putusan Setnov, Golkar Tunggu Keberanian KPK Bongkar Nama Lain

Redaktur: Redjo Prahananda
Setelah Putusan Setnov, Golkar Tunggu Keberanian KPK Bongkar Nama Lain - Hukum

Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Foto : Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan, putusan Pengadilan Tipikor terhadap Setya Novanto (Setnov) bukanlah final dari pengungkapan skandal megakorupsi yang menelan kerugian negara hingga Rp 2,3 Trilyun.

Menurut dia, yang paling penting bahwa kasus ini adalah kasus besar dan melibatkan banyak sekali nama sesuai penuturan para saksi, terdakwa, dan Setnov sendiri. Untuk itu Partai Golkar terus berkomitmen mendukung KPK dalam membongkar kasus tersebut.

"Kita tunggu sejauh mana komitmen, keberanian, dan kerja profesioanal KPK untuk dapat mengungkap nama-nama lain yang disebut-sebut terlibat," papar Doli dalam keterangan tertulisnya kepada INDOPOS di Jakarta, Selasa (24/4).

Kemudian ia menjelaskan, yang harus menjadi catatan penting adalah bahwa telah terjadi perubahan sikap yang bertolak belakang dari Setnov selama mengikuti proses hukum yang dijalani.

"Apabila sebelumnya selalu membantah terlibat dan merasa tidak pernah melakukan pelanggaran hukum, tetapi dalam beberapa kali sidang terakhir, Setnov telah mengakui kesalahannya bahkan pernah meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perbuatannya melakukan tindak pidana korupsi," paparnya.

Menurut Doli, hal ini perlu menjadi perhatian bagi semua pihak, terutama bagi nama-nama yang juga akhir-akhir ini sering disebut dan membantah terlibat.

Sedangkan terkait vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim terhadap Setnov, Partai Golkar menyerahkan kepada mekanisme hukum. Dalam mengambil putusannya, Doli optimistis pasti hakim telah mempertimbangkan banyak variabel, termasuk tuntutan Jaksa Penuntut Umum, bukti-bukti, serta keterangan saksi-saksi yang ada."Jadi seluruh proses yang telah dijalani hingga apapun putusannya harus kita hormati," tandasnya.

"Termasuk apabila Jaksa Penuntut Umum akan mengajukan banding, karena merasa putusannya tidak sesuai tuntutan, itupun harus juga kita hormati," tuntas Doli. (jaa)

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / Dipindah ke Gunung Sindur, Agar Setnov Tobat

Headline / Setnov Salahgunakan Izin Berobat, ni Kronologinya

Megapolitan / 91 Tahanan Kehilangan Hak Pilih


Baca Juga !.