Kamis, 22 November 2018 03:31 WIB
pmk

Jakarta Raya

Pedagang Onderdil Protes Pembongkaran Gedung

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Ratusan pedagang onderdil dan spare part mobil di Gedung Wisma Sawah Besar, Jakarta, memprotes pembongkaran gedung oleh kontraktor. Sebab proses pembongkaran tetap dilakukan, padahal masih banyak pedagang yang berjualan di lantai dasar, sehingga keselamatan mereka terancam. Sementara di lantai dua ada spanduk bertuliskan “Peringatan! Gedung Ini Sedang Dalam Pembongkaran". Puing-puing bongkaran pun dibuang di sekitar lokasi.

“Sampai saat ini PT Muzatek Jaya masih melakukan Pembongkaran Gedung Wisma Sawah Besar tanpa memperhitungkan keselamatan, keamanan, kebersihan, kesehatan dan dampak negatif lainnya yang dialami para pemilik, pedagang, pembeli, dan warga sekitar,” ujar salah satu perwakilan pedagang Rudi Gunanwan, di Wisma Sawah Besar, Rabu (25/4).

Rudi juga mengeluhkan pemagaran yang sudah dilakukan oleh kontraktor. “Padahal dengan pembongkaran gedung Wisma Sawah Besar tersebut mengakibatkan pedagang tidak nyaman berjualan,” kata Rudi.

Pedagang lainnya Edwin Salim, berharap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan- Sandiaga Uno segera membatalkan atau mencabut surat yang diterbitkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Propinsi DKI Jakarta Nomor 227/C.41/31/-1.785.5/2017, terkait Persetujuan Rencana Teknis Bongkar (PRTB), tanggal 9 November 2017, yang ditujukan kepada PT Muzatek Jaya.

Edwin juga meminta Gubernur Anies memerintahkan PT Muzatek Jaya agar dengan segera menghentikan pembongkaran Gedung Wisma Sawah Besar. “Kami juga ingin dapat kepastian jaminan perlindungan, keamanan, dan kenyamanan bagi pedagang untuk berdagang di Gedung Wisma Sawah Besar,” pintanya.

Kuasa hukum pemilik dan pedagang onderdil di Wisma Sawah Besar, Alinur, mengatakan, pembongkaran ini tidak manusiawi. Ia mengambil contoh proses pembongkaran Gedung Panin Bank di Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan. Meski gedung dalam keadaan kosong, proses pembongkaran mengalami penundaan lantaran kurang berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Jadwal pembongkaran yang semula ditetapkan pada Selasa 4 Oktober 2016, dan baru benar-benar dilakukan sekira dua pekan setelahnya. “Namun mengapa di Gedung Wisma Sawah Besar yang jelas-jelas masih ada banyak pedagang dan karyawan serta pembeli, malah main bongkar begitu saja tanpa memperhatikan faktor keselamatan,” katanya.

Menurutnya, pembongkaran tersebut diawali oleh surat yang ditandatangani Kepala Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Pronpinsi DKI Jakarta, Edy Junaedy, dan ditujukan kepada PT Muzatek Jaya, beralamat di Jalan S Wiryopranoto No 30-36, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

“Terbitnya surat tersebut tidak sesuai dan bertentangan dengan prinsip pelaksanan teknis bongkar bangunan yang harus dilakukan dalam keadaan kosong sebagaimana diatur Pasal 81 huruf K Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 129 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pemberian Pelayanan di Bidang Perizinan Bangunan,” tandas Alinur. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #demonstrasi 

Berita Terkait

Ribuan Pegawai Honorer Tuntut Keadilan

Jakarta Raya

Rupiah Anjlok, Mahasiswa Gelar Demo

Ekonomi

IKLAN