Internasional

FDA Dorong Perokok Tinggalkan Rokok Konvensional

Redaktur:
FDA Dorong Perokok Tinggalkan Rokok Konvensional - Internasional

MINIMALISIR - Food and Drug Administration (FDA) akan terus menjalankan rencananya dalam meregulasi level nikotin dari berbagai rokok. Tujuannya untuk membuat perokok berpindah dari produk rokok konvensional ke produk yang lebih rendah risiko. Net

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat AS atau Food and Drug Administration (FDA) sedang melakukan penelitian lebih jauh mengenai potensi manfaat ataupun kerugian produk tembakau yang dipanaskan. Salah satunya adalah rokok elektrik.

Komisaris FDA Scott Gottlieb mengatakan, FDA akan terus menjalankan rencananya dalam meregulasi level nikotin dari berbagai rokok konvensional dan meminimalisir jumlah zat adiktif. Tujuannya untuk membuat perokok berpindah dari produk rokok konvensional ke produk yang lebih rendah risiko.

“Kami tahu akan ada perokok dewasa yang masih membutuhkan akses terhadap nikotin. Jika kita hanya akan berfokus untuk mengurangi kadar nikotin sampai minimial atau tidak menjadi adiktif, maka dari mana mereka akan mendapatkan akses ke nikotin yang dibutuhkan?” ujar Gottlieb.

Gottlieb mengakui, produk berisiko rendah seperti produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik merupakan produk tembakau alternatif yang memiliki peran penting. Ia juga menekankan, rute yang paling menguntungkan adalah dengan beralih ke produk kesehatan pengganti nikotin, seperti nikotin tempel dan permen karet.

Namun, ujar dia, pihaknya melihat ada kesempatan dari produk elektronik pengantar nikotin dan rokok elektrik yang mempunyai potensi sebagai alat pengantar yang layak untuk orang dewasa yang ingin mengakses nikotin.

FDA sejak tahun lalu juga mengumumkan rencana komprehensif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan membuat nonperokok untuk tidak merokok. Selain itu juga membuat perokok dewasa memiliki akses ke produk yang lebih rendah risiko.

Tidak hanya FDA, Komite Toksisitas Inggris Raya dan Pusat Pengawasan dan Uji Tembakau Nasional Cina yang juga merupakan anggota dari Jaringan Laboratorium Tembakau WHO menunjukkan, produk tembakau alternatif yang menerapkan konsep heat not burn secara substansial mengurangi pembentukan senyawa berbahaya atau berpotensi 50-90 persen lebih rendah bahayanya dibandingkan dengan rokok konvensional.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Dewan Penasihat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Jawa Barat yang juga merupakan pengajar di Departemen Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Dr. Ardini Raksanagara mengungkapkan, sudah seharusnya Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok ketiga terbesar di dunia melihat produk tembakau alternatif sebagai inovasi dan solusi. Ini untuk menurunkan jumlah perokok dan menyelamatkan jutaan jiwa.

“Sudah ada banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko lebih rendah. Sudah ada Inggris, Selandia Baru, Rusia, Cina dan sekarang diperkuat oleh FDA yang mana kita ketahui merupakan lembaga yang paling ketat dalam peraturan kemudian menyatakan hal serupa. Hasil penelitian tersebut bukan main-main, ini ada dasar ilmiahnya dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Ardini.

Sekarang, kata dia, tinggal pemerintah sebagai regulator untuk melihat dan mempelajari secara seksama inovasi dari produk tembakau alternatif. Syukur-syukur jika akhirnya juga dilakukan penelitian di Indonesia untuk mengetahui hasilnya secara lebih jelas lagi sehingga dapat merumuskan kebijakan yang terarah.

Menurut Ardini, banyak jiwa yang harus diselamatkan segera dari asap rokok. Tidak hanya nyawa, pemerintah pun dapat terkurangi bebannya dalam pengeluaran biaya pengobatan untuk perokok yang jumlahnya sangat besar setiap tahunnya.

"Inovasi terkadang memang sulit untuk dapat langsung diterima. Tetapi saya yakin dengan dukungan semua pihak yang diperkuat dengan hasil-hasil penelitian yang membuktikan produk ini lebih rendah risiko, saya berharap pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap potensi ini dan mau membuka diri untuk mempelajari potensi ini,” kata Ardini. (ina/iml/trz/JPC)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Manfaat Klorofil untuk Kesehatan

Daerah / Bayi Ini Lahir Tanpa Kulit Perut

Lifestyle / Kendalikan Hipertensi, Turunkan Risiko Gagal Jantung

Lifestyle / Ini Loh Manfaat Lain Minum Susu

Nasional / Mau Mudik, Ingat Pesan Menteri Kesehatan Nila Moeloek

Lifestyle / Jaga Bau Mulut Saat Puasa? Ini Caranya


Baca Juga !.