Jumat, 17 Agustus 2018 08:54 WIB
pmk

Nasional

BPJS Kesehatan Terapkan Verifikasi Klaim Digital

Redaktur: Redjo Prahananda

CANGGIH-(Dari kiri) Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari, Direktur Utama RS Sardjito Jogjakarta Darwito, dan Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat.

INDOPOS.CO.ID- Mulai 1 Mei 2018, BPJS Kesehatan menerapkan implementasi verifikasi digital klaim (Vedika) untuk rumah sakit. Dengan mamanfaatkan teknologi informasi maka akan mempercepat proses verifikasi klaim tagihan pelayanan kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

”Sudah pakai digital klaim tapi kalau nanti ada rumah sakit yang mengeluh itu kebangetan,” seloroh Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, (26/4). Ani mengatakan, digitalisasi klaim tersebut demi mewujudkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional yang berkualitas dan berkeadilan.

Layanan ini terukur dengan indikator sasaran strategis organisasi antara lain tingkat kepuasan fasilitas kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat proses verifikasi. ”Sehingga rumah sakit mendapatkan kepastian waktu pembayaran klaim lebih akurat dan lebih cepat dibandingkan dengan proses klaim konvensional,” ujar Ani yang didampingi oleh Direktur Utama RS Sardjito Jogjakarta, Darwito, dan Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat dalam acara diskusi ”Optimalkan Kualitas Layanan di Rumah Sakit Lewat Implementasi Vedika.”

Ani memaparkan Vedika adalah proses verifikasi terhadap klaim yang diajukan oleh rumah sakit menggunakan aplikasi verifikasi digital yang dilakukan di Kantor Cabang/Kantor Kabupaten Kota BPJS Kesehatan. Tujuan dari implementasi Vedika ini adalah meningkatkan kepuasan peserta melalui peningkatan pelayanan di fasilitas kesehatan, meningkatkan kepuasan fasilitas kesehatan terhadap proses administrasi klaim BPJS Kesehatan dan simplifikasi proses klaim pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKRTL). Selain itu juga sentralisasi data dan peningkatan akurasi data pelayanan serta digitalisasi proses penjaminan pelayanan di fasilitas kesehatan.

”Keadaan ini menantang BPJS Kesehatan untuk terus mengembangkan cara baru pengelolaan klaim yang lebih efektif dan lebih efisien. Untuk itu kami melucurkan Program Vedika, yang saat ini terimplementasi di 2.306 rumah sakit di seluruh Indonesia,” tambah Ani.

Pada perjalanannya rumah sakit yang telah komitmen mengimplementasikan Vedika terus mengalami pertambahan fasilitas kesehatan setiap bulannya. Dimulai dari implemenyasi di 216 RS pada bulan Oktober 2017, 583 RS di bulan November 2017, 1.236 di bulan Desember 2017, 1.528 RS di bulan Januari 2018, 1.745 RS di bulan Februari, dan 2.275 RS di bulan Maret 2018. Hingga saat ini bahkan telah 2.306 FKRTL yang melaksanakan dan komitmen Vedika. Artinya sebanyak 99.7 persen FKRTL provider BPJS Kesehatan telah implementasi Vedika.

Ani menyebut pihaknya akan terus mengambangkan layanan digital berbasis IT. Salah satunya akan menerapkan sistem pendaftaran online di aplikasi JKN Mobile. ”Tentu hal ini sudah ada di benak kami dan sangat mungkin bisa diterapkan. Untuk mewujudkan ini tentu perlu dukungan rumah sakit. Memang, sekarang sudah saatnya berlama-lama antre di RS, antrenya cukup di rumah seperti sekarang yang diterapkan di RS Sardjito Jogjakarta,” cetus Ani.

Sementara itu Direktur Utama RS Sardjito Jogjakarta, Darwito mengatakan, pihaknya salah satu yang merasakan manfaat implementasi Vedika. Dengan sistem Vedika, proses pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan lebih cepat 75 persen dibandingkan proses konvensional. ”Kalau dulu klaim sampai 15 hari kadang lebih. Sekarang kan sistemnya elektronik jadi langsung. Sisanya yang 25 persen klaim memang butuh waktu seperti menunggu hasil patologi anatomi dokter,” ungkapnya.

Darwito mengungkap, pihaknya juga mengembangkan layanan pendaftaran dan antrean berbaisi online. ”Sistem online kami, begitu daftar sudah dibalas SMS nomor antrian serta jam berapa harus hadir, begitu hadir langsung dilayani dokter,” paparnya. Dengan cara itu, kini jumlah antrean di RS Sardjito berkurang signifikan. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-kesehatan 

Berita Terkait

IKLAN