Hukum

Novanto Bersaksi untuk Bimanesh

Redaktur: Nurhayat
Novanto Bersaksi untuk Bimanesh - Hukum

Setya Novanto. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sidang kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) KTP elektronik masih terus berlanjut di Pengadilan Tipikor Bungur Raya, Gunung Sari, Jakarta Pusat, Jumat (27/4).

Setelah dijatuhkan vonis penjara selama 15 tahun, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto kembali dihadirkan dalam persidangan. Ia bersaksi untuk dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo.

Pada perkara tersebut, diagnosis Novanto diduga dipalsukan oleh Bimanesh Sutarjo atas permintaan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut menyusul dengan kecelakaan yang dialami mantan Ketua DPP Partai Gilkar tersebut pada bulan November 2017 yang lalu dan kemudian dilarikan ke RS Medika Permata Hijau untuk dirawat.

Proses perawatan Novanto diduga penuh rekayasa. Bimanesh didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Novanto dan bekerja sama dengan Fredrich Yunadi agar KPK batal memeriksa Setnov.

Dengan demikian dokter Bimanesh didakwa telah melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana dibuah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (nue)

Berita Terkait

Nusantara / Setya Novanto Sempat Memohon ke Kalapas Bangun Gazebo

Nasional / KPK Jangan Tebang Pilih Menguak Kasus e-KTP

Hukum / Ini Aliran Uang e-KTP yang Jadi Bancakan

Nasional / Cicil Uang Pengganti, Setnov Jual Harta


Baca Juga !.