Nasional

IDI Ingin Kesehatan Jadi Perioritas Daerah

Redaktur: Redjo Prahananda
IDI Ingin Kesehatan Jadi Perioritas Daerah - Nasional

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Memasuki tahun kelima program Jaminan Kesehatan (JKN) Pro Rakyar banyak menuai masalah. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengklaim perlu ada perbaikan sistem JKN, agar bisa berjalan baik dan bermanfaat secara optimal untuk masyarakat.

"Pembiayaan JKN yang defisit tiap tahunnya membuat pelayanan tidak sesuai standar. Sehingga berdampak menurunnya kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan," ujar Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis di Jakarta pada Sabtu (28/4).

Kalau melihat negara lain di Asia, kata Marsis, urusan kesehatan selalu menjadi nomor satu. Karena negara yang sehat tentu mampu melahirkan generasi berkualitas di masa mendatang. "Kedua pendidikan kemudian lain-lainnya," ungkap pria kelahiran Jakarta, 09 Juli 1949 itu.

Dia berharap ada upaya agar kesehatan bisa menjadi perioritas demi kemajuan bangsa. Terutama melalui terobosan UU otonomi daerah. Disebutkan, kecukuppan pembiayaan kesehatan saat ini, belum mencapai standar.

"Seharusnya berdasarkan UU Kesehatan, Daerah wajib menganggarkan dana kesehatan 10 persen dari APBD. Tapi pada pelaksanaannya masih belum optimal hanya berkisar 5 persen," bebernya. (asp)

Berita Terkait


Baca Juga !.