Kamis, 20 September 2018 05:54 WIB
pmk

Ekonomi

Wisatawan Indonesia Semakin Terbiasa Gunakan Teknologi

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Visa mengumumkan hasil studi Global Travel Intentions (GTI) yang mengkaji tren di sektor pariwisata pada 2017, yang melibatkan 15.000 responden di lebih dari 27 negara dan teritori. Studi Visa tersebut menyoroti bagaimana wisatawan  semakin terbiasa dengan teknologi dalam merencanakan perjalanan dan menavigasi di destinasi yang mereka dikunjungi. Sebanyak  83 persen wisatawan menggunakan teknologi untuk tujuan ini di tahun 2017.

Meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar 78 persen. Sementara itu, mayoritas dari wisatawan mengaku lebih mengandalkan uang tunai ketika melakukan pembayaran di luar negeri (77 persen).

Dari hasil studi yang diperoleh, wisatawan Indonesia sangat bergantung dengan informasi yang bersumber online di setiap tahap perjalanan mereka.  Sebanyak 91 persen saat perencanaan perjalanan, 82 persen saat pemesanan, dan 82 persen mencari akses untuk terkoneksi internet saat tiba di negara tujuan.

 Studi lebih lanjut mengungkap bahwa dalam dua tahun mendatang, jumlah rata-rata perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh wisatawan Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 5,4 perjalan, dibandingkan dengan dua tahun terakhir yang hanya 5 perjalanan.

Adapun motivasi untuk bepergian diantaranya adalah untuk berekreasi bersama keluarga saat hari libur dan untuk menghilangkan kejenuhan.

"Studi GTI mengungkap sejumlah tren bepergian yang sangat menarik, termasuk bagaimana teknologi sudah menjadi bagian penting di setiap tahap perjalanan wisatawan Indonesia. Bepergian keluar negeri juga menjadi hal yang biasa bagi wisatawan Indonesia, berkat teknologi yang membuat kegiatan tersebut lebih mudah dan lebih murah dari sebelumnya," ujar Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman dalam keterangan pressnya, Senin (30/4).

Lebih lanjut ia menambahkan, liburan menjadi hal yang biasa. Hal itu seiring dengan mudahnya masyarakat mengakses informasi dan melakukan hampir semua urusan dengan ponsel. Mulai dari menelusuri destinasi yang sedang populer, memesan kamar hotel, membeli tiket pesawat, sampai dengan menyusun rencana perjalanan.

"Studi kami juga menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia memilih untuk berlibur dengan keluarga dan kerabat, sebagaimana 30 persen dari responden merencanakan perjalanan selanjutnya dengan tujuan untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan kerabat terdekat mereka," ujar Riko.

Sementara itu, selain mengkaji motivasi dan strategi para wisatawan Indonesia dalam bepergian, studi GTI juga mengungkap sejumlah tren makro yang diperkirakan akan berlanjut di 2018.

Ponsel merupakan alat utama dalam memperoleh informasi secara online bagi wisatawan Indonesia: 79 persen responden mengakses informasi wisata secara online melalui ponsel pada saat perencanaan dan pemesanan, dan 84 persen saat tiba di destinasi.

97 persen wisatawan Indonesia ingin tetap terhubung dengan internet ketika berwisata, paling tinggi bila dibandingkan dengan wisatawan di kawasan Asia Pasifik dan Global.

Singapura, Malaysia, Jepang, Hong Kong, dan Australia menjadi destinasi wisata paling sering dikunjungi dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 81 persen wisatawan Indonesia menggunakan kartu saat pemesanan, paling tinggi bila dibandingkan dengan wisatawan global lainnya.

Meskipun wisatawan Indonesia percaya diri menggunakan kartu di negara sendiri dan pada tahap pemesanan perjalanan, hanya kurang dari setengahnya yang menggunakan kartu saat di destinasi wisata tujuan.

Lebih lanjut Riko mengatakan, teknologi sudah menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat. Pihaknya   berharap akan lebih banyak wisatawan Indonesia yang memilih pembayaran digital pada saat perencanaan, pemesanan, dan melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Dengan semakin populernya pembayaranmelalui mobile dan contactless dengan teknologi Visa di seluruh dunia, kami berharap hal ini dapat mendorong wisatawan Indonesia untuk membayar menggunakan kartu, khususnya saat mereka bepergian ke luar negeri," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #visa #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN