Senin, 19 November 2018 04:11 WIB
pmk

Indobisnis

IKKON Wadah Perajin Lokal

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: DOK. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menghadirkan beragam kerajinanan menarik hasil karya anak bangsa. Kerajinan itu disuguhkan dalam program IKKON yaitu program berkelanjutan mengedepankan konsep kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif profesional, perajin lokal, dan segenap stakeholders lokal.

”Indonesia memiliki potensi produk-produk kerajinan. Namun, tantangannya produk itu masih bersifat tradisional. Tidak memenuhi kebutuhan gaya hidup modern, belum berkembang, tidak mengalami diversifikasi produk. Karena itu, Bekraf mencetuskan IKKON,” tutur Kepala Bekraf Triawan Munaf, kepada INDOPOS, belum lama ini.

Triawan mengemukakan, berdasar data hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010, Indonesia memiliki 1.331 suku bangsa berikut sub-suku bangsa dengan berbagai potensi budaya. Di mana, setiap suku bangsa mempunyai keunikan masing-masing. ”Ini membuat Indonesia amat kaya dengan budaya tak benda maupun produk budaya,” ucapnya. 

Pada era ekonomi kreatif, Triawan mengatakan, itu bisa menjadi inspirasi para kreator. ”Melalui ekonomi kreatif, potensi lokal itu dapat dikembangkan bentuk dan fungsinya sesuai kebutuhan kekinian, pada ujungnya memberi nilai tambah ekonomi,” terangnya.

”Tujuannya supaya potensi budaya itu mengalami inovasi, berdampak ekonomi, dan berorientasi pada pasar komersil. Dengan begitu, menciptakan kesejahteraan bagi para pengrajin dan pelaku kreatif, juga berdampak pada peningkatan ekonomi daerah,” tegas Triawan.

Program itu telah dijalankan sejak 2016-2017. Telah menyentuh 51 desa binaan dari 10 Kabupaten atau Kota. Melanjutkan perjalanan IKKON, tahun ini, Bekraf kembali memilih 5 Kabupaten Kota mengikuti pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal. Lima kota atau kabupaten itu meliputi Kabupaten Siak Riau, Kabupaten Belitung Bangka Belitung, Kota Singkawang Kalimantan Barat, Kabupaten Dompu NTB, dan Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lima kabupaten-kota terpilih telah melalui proses tiga tahapan yaitu, dimulai dari memilih daerah nominasi dengan persyaratan telah ditetapkan antara lain masuk dalam wilayah 3 T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), termasuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas nasional, daerah mengirimkan banyak TKI dengan cara ilegal, termasuk kabupaten atau kota sudah memiliki MoU dengan Bekraf dan sudah mengisi survey PM3KI dari Bekraf. (ash)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bekraf #ikkon 

Berita Terkait

IKLAN