Sabtu, 22 September 2018 08:17 WIB
pmk

Kesehatan

Waspada, Anemia Ancam Ibu Hamil

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Pada ibu hamil kebutuhan tubuh akan zat besi akan meningkat. Hasil Studi terbaru dari Merck membuktikan bahwa wanita hamil dengan anemia berat, dua kali lipat lebih rentan meninggal selama atau segera setelah kehamilan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut. 

Karena itu, ibu hamil jangan sampai mengalami anemia atau gangguan yang sering disebut kurang darah. Anemia sendiri merupakan kondisi di mana hemoglobin (Hb) atau jumah eritrosit (sel darah merah) dalam darah kurang dari nilai normal.

Dr. Rajapriya Ayyappan, konsultan Kebidanan dan Ginekologi di Rumah Sakit Srinivas Priva di India, menyampaikan adanya keprihatinan terhadap kesehatan global dengan temuan WHO bahwa ada 32,4 juta wanita hamil yang mengalami anemia. Selain itu, sekitar setengah kematian akibat anemia di dunia terjadi di negara-negara Asia Selatan.

''Kondisi tersebut tetap menjadi tantangan bagi orang-orang dari semua usia yang diakibatkan oleh SES (status sosial ekonomi) yang rendah, gizi buruk, paritas tinggi (jumlah kehamilan yang mencapai usia kehamilan yang layak), jarak kelahiran, diet yang salah, penyakit menular (malaria, cacing) dan penyakit radang,'' katanya dalam Kongres Dunia RCOG (Royal College of Obstetricians and Gynecologists) 2018 yang diadakan baru-baru ini di Singapura.

Untuk itu sangat disarankan mengonsumsi asupan kaya zat besi seperti telur, daging, ikan sayuran hijau dan olahan unggas secara rutin. Apalagi jika sebelum hamil sudah mengalami anemia. Kehamilan bisa memperparah kondisinya jika tak segera diatasi. Bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan pendarahan hebat pasca persalinan.

''Anemia itu disebabkan oleh jumlah sel darah yang ada dalam darah kurang. Salah satu efeknya saat persalinan, pendarahan akan sulit dihentikan,'' ujar dr.Endang L. Achadi ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, ditemui terpisah.

Jika terasa lemas saat hamil, sakit kepala terus-menerus dan sulit untuk mengonsumsi makanan, jelasnya, segera konsultasi dengan dokter. Bisa jadi ibu membutuhkan suplemen tambahan. ''Suplemen bisa dikonsumsi ibu satu kali sehari saat hamil, tapi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan dulu. Hal ini demi mengurangi komplikasi saat persalinan dan bayi mendapat asupan nutrisi yang optimal,'' tukas dr. Endang.

Ahli hematologi Dr. Michael Low di Monash Medical Centre, Victoria Australia, juga menekankan bagaimana penggantian zat besi bermanfaat bagi wanita sebelum dan selama kehamilan. ''Efek pemberian zat besi oral harian pada wanita yang tidak hamil dapat menyebabkan pemulihan kadar hemoglobin dan ferritin yang mengarah pada perbaikan IDA (Iron Deficiency Anemia) secara keseluruhan. Peningkatan ini berhubungan dengan skor kelelahan yang berkurang secara signifikan, peningkatan kinerja olahraga dan perbaikan gejala restless leg syndrom, meskipun suplementasi zat besi dapat menyebabkan peningkatan efek samping gastrointestinal (konstipasi, diare dan perubahan warna tinja),'' tandasnya.

Dr. Low selanjutnya menunjukkan bagaimana pemberian zat besi pada kehamilan, terutama bagi mereka yang kekurangan zat besi, dapat mengurangi kelahiran prematur dan meningkatkan bobot lahir bayi. Bukti baru juga menunjukkan bahwa suplementasi mikronutrien multipel diperkirakan lebih baik daripada zat besi saja.

Dr. Low juga berbagi skema yang disarankan WHO untuk suplementasi zat besi harian pada wanita dewasa dan gadis remaja yang setiap hari mengkonsumsi 30-60 mg tablet besi elemental selama tiga bulan berturut-turut dalam setahun. suplementasi zat besi akan membantu mencegah timbulnya kekurangan zat besi dan anemia. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #ibu-hamil 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN