Selasa, 25 September 2018 02:51 WIB
pmk

Nasional

Sebelum ke Lapas Sukamiskin, Setnov Bayar Denda Rp 500 juta

Redaktur: Jakfar Shodik

Foto : Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Terpidana kasus korupsi megaproyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) bebas dari ancaman tambahan kurungan tiga bulan. Itu menyusul pihak Setnov telah membayar denda Rp 500 juta seperti vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya. ”Sudah, hari kemarin dibayar via transfer bank,” tutur Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, melalui pesan singkatnya, kepada INDOPOS, di Jakarta, Jumat (4/5).

Uang pengganti senilai USD 7,5 juta atau setara Rp 100 miliar masih belum dibayar. Menurut kuasa hukum Setnov, Firman Wijaya, uang pengganti belum dibayarkan karena masih harus ditentukan lebih dulu berapa kepastian nominalnya. Sebab, ada perbedaan angka.

Sebelumnya, Setnov sudah membayar uang sebesar Rp 5 miliar yang ditransfer melalui isterinya ke rekening KPK. ”Kami masih menunggu KPK membuka blokir terhadap aset milik klien kami. Dia berencana membayar uang pengganti dari aset yang diblokir itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menghukum Setnov 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Hakim menyatakan Setnov terbukti melakukan korupsi dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP.

Selain itu, hakim mewajibkan Setya Novanto membayar uang ganti rugi sebesar US$ 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar seperti yang sudah dikembalikan dan mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani hukuman. (nug)


TOPIK BERITA TERKAIT: #setya-novanto #korupsi-e-ktp 

Berita Terkait

Ini Aliran Uang e-KTP yang Jadi Bancakan

Hukum

Cicil Uang Pengganti, Setnov Jual Harta

Nasional

Istri Setnov Sambangi KPK, Koordinasi Uang Pengganti

Nasional

Istri Setnov Sambangi KPK, Koordinasi Uang Pengganti

Nasional

IKLAN