Rabu, 15 Agustus 2018 04:47 WIB
pmk

Lifestyle

Dokter Spesialis Gizi Dukung #PuasaSehat

Redaktur: Jakfar Shodik

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Jovita Amelia, saat hadiri acara di kawasan Jakarta Selatan, Juma'at (4/5). Foto : Sumarni/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Kebutuhan kalori orang dewasa berkisar antara 1.500-2.500 kkal setiap hari. Selain dituntut memenuhi kebutuhan kalori, penting memerhatikan asupan nutrisi supaya bugar dan tetap produktif selama berpuasa.

Karena itu, dokter spesialis gizi klinik, Jovita Amelia menganjurkan untuk tidak mengurangi atau menambah asupan kalori. ”Kebutuhan tentu disesuaikan aktivitas dan berat badan seseorang. Kita harus memerhatikan asupan nutrisi agar terhindar dari masalah kesehatan,” tutur Jovita, di Jakarta, Jumat (4/5).

Jovita menambahkan lima tip memilih makanan dan minuman dapat menunjang produktivitas saat berpuasa. Diantaranya hindari konsumsi kafein, makanan dan minuman manis secara berlebihan. Kemudian, untuk pemenuhan kebutuhan energi, pilih karbohidrat kompleks dari makanan berbahan gandum, buah-buahan seperti pisang dan umbi-umbian.

Di samping itu, untuk mencegah hindari konsumsi gorengan dan santan berlebih saat berbuka. ”Untuk kafein, tidak disarankan mengkonsumsi saat sahur, waktu tepat yakni saat buka puasa, itu tidak boleh berlebih. Secukupnya,” terangnya.

Sedang untuk mencegah konstipasi, diakui Jovita mesti penuhi kebutuhan serat harian dari sayu-sayuran. ”Sementara untuk menghindari dehidrasi saat berpuasa penuhi kebutuhan cairan minimum delapan gelas. Dua gelas saat sahur dan berbuka, dua gelas setelah makan malam dan dua gelas sebelum tidur,” tegasnya.

Jovita menambahkan, menu khusus supaya tidak mengantuk saat berpuasa disarankan menjaga pola tidur pada umumnya 6-7 jam. ”Yang pasti makan secukupnya, jangan berlebih, karena itu bisa menyebabkan kantuk. Dan, paling penting hindari makanan berkarbohidrat,” sarannya.

Untuk ibu hamil, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan. Pasalnya, untuk kebutuhan kalorinya pasti berbeda. ”Tergantung kondisi, karena mineral dan protein harus mencukupi bagi ibu hamil,” jelasnya.

Jovita juga memberikan contoh menu puasa. Sebagai berikut, saat berbuka puasa 2 gelas air plus 2-3 buah kurma atau jus buah plus 1 gelas susu atau teh. Ketika makan malam nasi plus lauk hewani (co: ayam bakar) ditambah lauk nabati (co: tahu pepes plus sayur (sop sayur) ditambah 2 gelas air. Kalau perlu snack malam buah plus snack (ubi, singkong, talas, jagung, roti, gandum, oatmeal) dan 2 gelas air. Dan saat sahur meliputi nasi, lauk hewani, lauk nabati (co: semur daging), sayur (tumis sayur), buah, 2 gelas air, boleh ditambah 1 gelas susu low fat. ”Jadi menu buka puasa lebih banyak membutuhkan porsi kalori daripada sahur, artinya 50 : 40 persen,” pungkasnya. (mar)


TOPIK BERITA TERKAIT: #puasasehat #gizi #kalori 

Berita Terkait

IKLAN