Rabu, 26 September 2018 10:08 WIB
pmk

Indobisnis

Sasar Millenial, IPW Gelar Pameran Properti Online

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

OPENING: Pembukaan pameran properti. Foto: dewi maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pesatnya perkembangan teknologi membuat perubahan pola bisnis di semua sektor usaha, tidak terkecuali bisnis properti yang saat ini mulai bergerak naik. 

Indonesia Property Watch (IPW) melakukan langkah novatif dengan menggelar PropertyExpo.id yaitu pameran properti online berbasis teknologi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. 

''Ini menghadirkan Sebuah pengalaman baru untuk mengunjungi pameran properti tanpa harus malas karena macet, tanpa harus parkir, dan dapat diakses dimana saja, kapan saja. Informasi yang diterima pun relatif lebih lengkap dan masyarakat tidak harus menyiapkan waktu khusus untuk berkunjung ke pameran properti,'' jelas Ali Tranghanda, CEO IPW di Jakarta, Rabu (2/5).

Dalam pameran online ini, setidaknya ada 43 proyek properti milik sejumlah pengembang besar turut andil dalam kegiatan pameran properti online.

Bertajuk #HunianZamanNow, pameran yang digelar Indonesia Property Watch (IPW) ini dapat diakses melalui laman Propertyexpo.id.

Ali mengatakan, pameran ini digelar secara daring untuk menyasar generasi milenial yang tengah mencari hunian, baik rumah tapak maupun apartemen.

"Dari hasil kajian yang dilakukan IPW, dalam beberapa waktu terakhir generasi milenial mulai jarang menyambangi pameran yang dilakukan secara konvensional karena beberapa alasan. Misalnya, akses lokasi pameran yang macet, susahnya mencari parkiran karena lahan yang terbatas, hingga tidak ada waktu karena kesibukkan yang mereka jalani sehari-hari,'' tukasnya.

Sejumlah pengembang besar yang ikut andil dalam pameran ini seperti Ciputra Group, PT Summarecon Agung Tbk, PT Agung Podomoro Land Tbk, HIPI, Mas Group, Pollux Property, hingga Wika Realty.

Adapun proyek yang ditawarkan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Serpong, Bogor, Depok, Cimanggis, Semarang, hingga Makassar.

Baik itu hunian subsidi yang dibanderol seharga Rp 140 jutaan hingga hunian komersial yang dibanderol Rp 1 miliaran.

Ali menyebut, selama pameran yang diselenggarakan pada 1-31 Mei 2018, ada beragam penawaran menarik yang diberikan kepada calon pembeli, mulai dari diskon harga hingga kemudahan uang muka.

Milenial yang ingin mencari informasi terkait properti yang ditawarkan harus mengakses laman tersebut dengan membuat akun terlebih dahulu, lewat email dan akun media sosial seperti Google atau Facebook.

Setelah itu dapat berselancar pada masing-masing booth yang ada pada halaman awal. Nantinya, calon pembeli bisa berkomunikasi lewat layanan pesan singkat Whatsapp langsung kepada marketing produk. 

''Untuk transaksi, setelah cocok, bisa langsung bertemu dengan marketing untuk melakukan pengecekan data, transaksi, dan BI checking,'' jelasnya.

Dalam pameran ini, penyelenggara memberikan kupon diskon yang diberikan kepada calon pembeli. Kupon tersebut merupakan bagian dari penawaran yang diberikan pengembang kepada calon pembeli. Kupon itu nantinya akan dikirimkan melalui alamat email masing-masing calon pembeli yang dapat ditukarkan pada saat transaksi langsung dengan marketing. 

''Kami berharap yang masuk ke laman ini mencapai 2,5 juta pengunjung selama satu bulan ini,'' harapnya.

Setelah pameran berakhir, ia mengatakan, laman yang dibuka akan ditutup sementara. Ali menargetkan, dalam satu tahun akan ada tiga sampai empat pameran dengan mengusung tema yang berbeda-beda.

Model pameran online ini diyakini akan menjadi trend setter bagi penyelenggara pameran properti konvensional dan menjadi alternatif pilihan bagi para pengembang yang telah mulai memasarkan proyeknya secara digital. Selain lebih efektif dan efisien, biaya yang dikeluarkan para pengembang pun relatif lebih rendah. (dew) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #properti 

Berita Terkait

IKLAN