Sabtu, 22 September 2018 01:10 WIB
pmk

Indobisnis

Operator Siapkan Jaringan 5G

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

5G: Konferensi pers rencana peluncuran sinyal 5G. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Seperti yang sudah diduga, kehadiran teknologi 4G atau LTE (Long Term Evolution) yang diperkenalkan operator pada akhir 2015, membuat industri selular di Indonesia semakin bergerak dinamis.

Menurut data GSMA Intelligence, penetrasi 4G di Q3 2017 sudah mencapai 21 persen. Meningkat signifikan dari 7,9 persen di Q3 2016. Imbas dari penetrasi tersebut membuat jumlah pengguna 4G di Tanah Air melonjak dari 34 juta pada Q3 2016 menjadi 85,5 juta pada Q3 2017.

Yessie D Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata menuturkan, inovasi teknologi akan terus berkembang dengan cepat. 

''Oleh karenanya XL Axiata, juga harus cepat menyesuaiakan diri dengan melakukan berbagai persiapan di segala aspek, baik teknis maupun bisnis,'' ujarnya dalam Selular Congress 2018 di Jakarta.

Termasuk kesiapan ekosistem untuk infrastruktur sumber daya manusia dan juga pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi 5G guna mendukung aktifitas kehidupan masyarakat dan dunia bisnis di masa depan.

Mengantisipasi hal itu dikatakan Yessie, XL telah melakukan berbagai persiapan diantaranya persiapan pertama adalah Spektrum. ''XL Axiata sudah menerapkan sejumlah teknologi guna mengoptimalkan pemanfaatan spektrum, mulai dari Carrier Aggregation(CA), License Assisted Access (LAA), dan kini Modulasi LTE 256 QAM. XL juga sudah mulai menerapkan teknologi 4.5G 4×4 MIMO,'' tutur Yessie.

Sementara menurut Indra Mardiatna, VP Technology & System Telkomsel, teknologi 5G akan membawa data yang sangat besar. Dikatakan Indra, dibutuhkan machine learning dan data analitycs yang canggih. ''Dengan 5G, IoT berkembang pesat Konsumsi daya baterai cukup rendah.Spectrum ada low band dan mid band dan high band,'' ujar Indra.

5G bisa menggunakan frekuensi 15000Ghz, dan dukungan industri, Kominfo dibutuhkan untuk menggelar 5G. Menurut dia, infrastruktur dan konektivitas dibutuhkan untuk 5G.

Sedangakan Arri Marsenaldi, Deputy Director ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia menuturkan, bahwa generasi 5G mendigitalisasi semua industri. Dan Huawei telah bekerjasama dengan partner untuk membangun ekosistem

Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia, menjelaskan  5G akan terus berkembang dengan pendapatan USD 12 Triliun di tahun 2035. Untuk mengadopsi teknologi 5G, Qualcomm tah bekerjasama dengan vendor untuk tes di global. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan ekosistem terbentuk. 

''Kita menghadirkan modem 5G, menghadirkan device untuk membantu operator dalam mengadopsi 5G.Kita optimasi untuk 4G dan 5G, kita punya banyak platform 4G dan 5G untuk membantu partner dan pelanggan.Kita banyak bekerjasama dengan ekosistem untuk 5G,'' kata Shannedy.

Shannedy menambahkan, Qualcomm bekerjasama dengan provider dari segi device, network, dan aplikasi. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #5g #xl-axiata 

Berita Terkait

IKLAN