Senin, 24 September 2018 04:54 WIB
pmk

Nasional

Dukung Pelestarian Budaya Indonesia-Tiongkok

Redaktur: Redjo Prahananda

MUSYAWARAH BERSAMA-Ketua Umum FSKN terpilih Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu”tashim Billah (kedua kiri) didampingi Sekretaris Jenderal FSKN terpilih, Dr. Ir. KRAy. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T (ketiga kiri) saat menerima cinderamata yang diserahkan oleh Pemangku Adat dari Brunei Darussalam, Datuk Hamdan (ketiga kanan) dalam Musyawarah Nasional ke-III Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN). Foto Novita/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya dan upaya untuk memajukan budaya Indonesia, PT Modernland Realty Tbk mendukung kegiatan Musyawarah Nasional ke-III Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) yang digelar di Gedung Candra Naya di Jalan Gajah Mada No 188, Jakarta.

Gedung Candra Naya berada di dalam area superblok Green Central City yang dibangun dan dikelola oleh PT Modernland Realty Tbk. Rumah tersebut bersanding dengan area kuliner, hotel Novotel, apartemen, dan perkantoran modern yang ada di dalam superblok Green Central City.

Sebagai tuan rumah, HR & Legal Director PT Modernland Realty Tbk Dharma Mitra mengatakan tujuan mulia ini perlu didukung untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia di tengah serbuan budaya luar. Sebagai pengelola hunian superblok di kawasan Jalan Gajah Mada, perusahaan berupaya mempertahankan cagar budaya Candra Naya sebagai situs bersejarah yang telah berusia dua abad. "Kami bangga ikut mewarnai sejarah perkembangan kota Jakarta lewat acara ini," ujarnya, Minggu (6/5)

Lebih lanjut Dharma Mitra mengatakan, PT Modernland Realty Tbk, selalu mendukung kegiatan yang diadakan di Gedung Candra Naya. “Banyak kegiatan yang sudah dan akan dilakukan di Candra Naya dan kami selalu akan mendukungnya. Termasuk kegiatan yang dilakukan Forum Silaturahmi Karaton Nusantara yang sudah beberapa kali dilakukan di Candra Naya. Kebudayaan bangsa Indonesia harus dilestarikan karena sarat nilai luhur dan PT Modernland Realty Tbk ikut bertanggung jawab melestarikannya,” ujar Dharma Mitra.

Candra Naya merupakan sebuah rumah kuno bergaya Tiongkok yang menjadi saksi sejarah hadirnya masyarakat Tionghoa di Indonesia. Masyarakat sekitar juga mengenalnya dengan nama Rumah Mayor. Disebut sebagai Rumah Mayor karena dulu rumah yang dibangun lebih kurang 200 tahun lalu yakni antara tahun 1806 atau 1867 tersebut adalah kantor dan tempat tinggal Mayor Tionghoa Khouw Kim An. Jabatan Mayor diemban Khouw Kim An pada tahun 1910-1942. Mayor adalah sebuah jabatan yang cukup prestisius dalam struktur pemerintahan Hindia Belanda. Jabatan itu menunjukkan bahwa tuan rumah tersebut berstatus sosial tinggi.

Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) dibentuk oleh para Raja, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat sebagai upaya untuk menyelamatkan, melestarikan, dan mengembangkan Karaton sebagai sumber tradisi dan jatidiri bangsa. (vit)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelestarian-budaya 

Berita Terkait

Wahana Pelestarian Budaya, TMII Beri Edukasi Masyarakat

Jakarta Raya

IKLAN