Rabu, 15 Agustus 2018 07:30 WIB
pmk

Internasional

Kekejian Pemerkosa di India, Bakar Korban karena Hukuman Sit-up

Redaktur:

SEDIH - Kerabat korban berduka cita setelah pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis berusia 16 tahun pada (3/5), di Desa Raja Kundra di distrik Chatra di negara bagian Jharkhand di India timur, Sabtu (5/5). AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID – Ancaman hukuman berat tak membuat para pelaku pemerkosaan di India takut. Buktinya, hampir setiap hari terjadi kasus-kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan sadis. Sejak Minggu (29/4), ada empat kasus pemerkosaan yang menjadi sorotan. Dua korbannya tewas. Satu gantung diri. Satu lagi dibakar pelaku.

Yang terbaru adalah kasus pemerkosaan remaja 16 tahun di Distrik Chatra, Jharkhand. Gadis malang yang tak disebutkan namanya itu diculik Kamis malam (3/5). Pada saat kejadian, orang tua korban sedang pergi ke pesta pernikahan. Dia lantas dibawa ke hutan di dekat desa tempat tinggalnya. Sekelompok pria memerkosanya ramai-ramai.

Tak terima, orang tua korban membawa kasus tersebut ke dewan desa atau panchayats. Mereka terdiri atas para tetua di desa itu. Tetapi, anggotanya punya kewenangan menjatuhkan hukuman. Tentu saja, hukuman yang dijatuhkan tidak berkekuatan hukum dan sering kali ringan jika pelakunya laki-laki.

Para pelaku pemerkosaan itu hanya dihukum sit-up 100 kali dan denda INR 50 ribu atau setara Rp 10,4 juta untuk tindakan sadis mereka. Sungguh tidak masuk akal!

Tentu hukuman ringan itu tak membuat mereka jera. Pelaku malah berang dan memukul orang tua korban. Mereka lantas menuju rumah korban dan membakar gadis malang tersebut hidup-hidup. Korban akhirnya tewas terpanggang.

”Setelah orang tuanya lapor polisi, 15–20 orang terduga pelaku ditangkap,” ujar Wakil Komisaris Polisi Distrik Chatra  Jitendra Kumar Singh seperti dilansir CNN kemarin (6/5). Jenazah korban kini diamankan untuk diotopsi.

Pada hari yang sama dengan pemerkosaan gadis 16 tahun tersebut, penduduk Guntur, Andhra Pradesh, tengah melakukan aksi protes. Mereka menuntut keadilan untuk pelaku pemerkosaan gadis 9 tahun. Mereka memblokade jalan dan rel kereta api.

Pelaku merupakan pengemudi bajaj yang berusia 55 tahun. Polisi tak kunjung menangkap pelaku hingga massa berang. Mereka juga melakukan aksi di depan rumah pelaku. Keesokannya pria itu ditemukan tewas gantung diri.

Reuters melaporkan, gadis lain yang juga berusia 16 tahun di Distrik Nuh, Haryana, diperkosa oleh delapan pria pada Minggu (29/4). Dia diculik dari rumahnya saat tengah sendirian. Para pelaku adalah penduduk desa setempat. Tak tahan menanggung malu, korban akhirnya memilih gantung diri. Meski para pelaku sudah diketahui identitasnya, polisi tak kunjung menangkap mereka. Pelaku masih bebas berkeliaran.

Selasa (1/5) kembali terjadi pemerkosaan di Haryana. Korbannya adalah gadis 19 tahun. Dia tengah menunggu bus saat seorang pengemudi bajaj lewat. Gadis itu diberi tahu telah ketinggalan bus dan ditawari untuk diantar ke terminal bus lain.

Tanpa curiga, gadis itu mau dan masuk ke mobil bajaj tersebut. Dia dibawa ke area dekat Kota Gurugram dan diperkosa oleh si sopir dan empat rekannya yang telah menunggu di lokasi. Pelaku sepertinya sudah merencanakan aksinya dengan empat rekannya tersebut.

”Setelah pemeriksaan medis, laporan adanya pemerkosaan telah dibuat. Kasus ini tengah kami selidiki,” ujar Juru Bicara Kepolisian Gurugram Ravindra Kumar. Sama seperti kasus sebelumnya, para pelaku masih berkeliaran dan belum ditangkap.

Kasus-kasus pemerkosaan di atas terjadi hanya sebulan setelah pemerintah India menyetujui hukuman mati untuk pemerkosa gadis di bawah 12 tahun. Sementara itu, pelaku pemerkosaan gadis di bawah 16 tahun dihukum minimal 20 tahun. Sejak awal perintah eksekutif tersebut didok, para pengamat tidak yakin bahwa kasus pemerkosaan bakal turun. Sebab, selama ini banyak pelaku yang dibiarkan bebas begitu saja.

Sepanjang 2016, ada 38.947 kasus pemerkosaan di India yang dilaporkan ke Protection of Children from Sexual Offences Act (POCSO). Itu sama saja dengan 106 perempuan diperkosa per hari. Banyak kasus yang tak dilaporkan maupun berhenti di kepolisian. Dalam kasus tersebut, sekitar 40 persen korban adalah anak-anak. Sekitar 94 persen pelaku adalah orang-orang yang dikenal oleh korban. (sha/c6/dos/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal #perkosaan 

Berita Terkait

IKLAN