Minggu, 18 November 2018 07:45 WIB
pmk

Ekonomi

Prodia Bagikan Dividen Rp. 60,32 Miliar

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

TUMBUH: Jajaran direksi Prodia saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senen (7/5). Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) membagikan dividen tunai sebesar Rp 60,32 miliar atau 40 persen dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Jumlah pembagian dividen tunai tersebut setara dengan Rp 64,34 per lembar saham.

Pembagian dividen tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan yang diselenggarakan di Kantor Pusat Perseroan, Prodia Tower, Jakarta Pusat.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan, jumlah pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2017 ini lebih tinggi Rp 33,88 miliar atau naik sekitar 56,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp 26,44 miliar atau setara dengan 30 persen dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2016.

Perseroan berkomitmen untuk selalu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk pemegang saham.

 ''Kinerja Perseroan yang baik pada tahun 2017 memungkinkan kami untuk memberikan dividen sebesar 40 persen dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2017. Sejak menjadi perusahaan terbuka pada 7 Desember 2016 lalu, kami berkomitmen untuk selalu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan melalui inovasi berkelanjutan yang mengedepankan peningkatan nilai bagi pelanggan dan reputasi perusahaan,'' ujar Dewi.

Pada tahun 2017, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 71,1 persen menjadi Rp 150,80 miliar pada tahun 2017. Kenaikan laba bersih Perseroan pada tahun 2017 salah satunya ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih Perseroan. Pendapatan Bersih Perseroan juga meningkat menjadi Rp 1.466,01 miliar atau tumbuh sebesar 7,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,358,66 miliar.

Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan pada tahun 2017 ditunjang oleh peningkatan pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan yang terdiri dari pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, dan klien korporasi.

Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masingmasing sebesar 33.3 persen dan 32.1 persen kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sebesar 18.3 persen dan 16.2 persen terhadap pendapatan Perseroan.

EBITDA Perseroan pun meningkat 14,3 persen dari Rp 209,07 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp 239,05 miliar pada tahun 2017. Pada tahun 2017, jumlah pemeriksaan mencapai 15.1 juta dan jumlah kunjungan mencapai 2.5 juta. Berdasarkan survey dari lMS Health 2017, market share Prodia juga berhasil meningkat menjadi 38,5 persen untuk kategori laboratorium kesehatan swasta di Indonesia. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #prodia 

Berita Terkait

IKLAN