Nasional

LBH Desak Ombudsman Investigasi 13 Kasus Kematian di Penjara

Redaktur: Purwoko
LBH Desak Ombudsman Investigasi 13 Kasus Kematian di Penjara - Nasional

Foto : Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat mendesak Ombudsman RI untuk menyelidiki dugaan maraknya kasus kematian di dalam penjara, yang dikelola oleh Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selama 2016-2017.

Pada tahun 2016 sendiri, LBH mencatat, sekurang-kurangnya terjadi 120 kematian di lapas, rutan dan ruang tahanan Polri. Lalu pada 2017 turun menjadi 83 kasus.

"Dari 203 kasus yang terkumpul sepanjang 2016-2017, kami juga menemukan tiga belas kasus kematian akibat kekerasan. Lima dari tiga belas kasus melibatkan pejabat negara ketika tindakan kekerasan dilakukan," urai Peneliti LBH Albert Wirya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/5).

Albert menegaskan, sistem penahanan dan pemasyarakatan seharusnya menjamin hak untuk bebas dari penyiksaan dan kekerasan.

LBH juga memandang perlu segera tersedia mekanisme inspeksi imparsial yang berkala dan mendadak terhadap institusi penahanan yang cenderung tertutup, dan tanpa pengawasan eksternal.

"Mekanisme ini berpotensi meminimalisir praktik-praktik pelanggaran HAM di dalam penjara sekaligus memberikan rekomendasi pembenahan institusional," jelas Wirya.

Kemudian ia yakin bahwa investigasi ini nantinya bisa menjadi langkah awal perbaikan yang lebih sistematis guna mengurangi fenomena kematian di dalam penjara yang jarang terekspos.

"Bagaimanapun penjara seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan penghabisan," tandas Wirya. (jaa)

TAGS

Berita Terkait

Nasional / Ombudsman Panggil Tiga Matra

Jakarta Raya / Marak Pengaduan Penyimpangan Pelayanan Publik

Megapolitan / Ombudsman Tuding Tim Pansel Sekda Banten Tak Profesional

Megapolitan / Cileungsi Tercemar, Ombudsman Deadline DLH Bogor 30 Hari

Nasional / Peternak Keluhkan Kualitas Pakan


Baca Juga !.