Rabu, 15 Agustus 2018 04:46 WIB
pmk

Lifestyle

Pasien Penyakit Hati Capai 20 Juta Jiwa

Redaktur:

Ketua Departemen Medik Ilmu Bedah dr.Toar J.M. Lalisang, SpB(K)BD.

INDOPOS.CO.ID - Jumlah pasien penyakit hati kronis di Indonesia mencapai 20 juta jiwa, di mana 20-40% di antaranya berpotensi menjadi sirosis hati. Hal itu berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan.

Ketua Tim Transplantasi Organ dan Jaringan, dokter Hanafiah Oswari, mengungkapkan, transplantasi hati di mulai sejak 1963 pada orang mati (kadaverik). “Di Indonesia sendiri, operasi transplantasi dimulai sejak tahun 2006 di Semarang dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tahun 2010 (RSCM),” ujar Hanafiah, ditemui dalam konferensi pers tentang 'Perkembangan Transplantasi Hati' di RSCM, Senin (7/5).

Penyebab penyakit hati, lanjutnya bisa bermacam-macam, salah satunya karena virus hepatitis. Apabila hati yang sehat terinfeksi virus maka kondisinya bisa menjadi kronis. Bila dibiarkan bisa menjadi fibrosis hati yang kemudian berlanjut ke sirosis. Progres pengembangan itu memang bisa sangat lama yaitu 20-25 tahun. “Namun sayangnya, penyakit ini cenderung sulit dan tidak terdeteksi karena tidak ada gejala. Bila sudah ada gejala maka sebenarnya penyakit sudah parah,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Medik Ilmu Bedah dokter Lalisang, menambahkan bila transplantasi yang dilakukan pada donor hidup adalah mengambil sebagian hatinya. Tapi tenang saja, hati itu akan kembali ke volumenya setelah kira-kira 3 bulan.

"Hati itu terbagi menjadi 8 segmen. Untuk transplantasi pada anak dari 8 segmen paling dibutuhkan cuma 2 segmen, sedangkan kalau orang dewasa kira2 50% dengan pertimbangan hatu yang tersisa tidak boleh mengganggu fungsi kehidupan dari pendonor," pungkasnya. (cr1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #penyakit-hati 

Berita Terkait

IKLAN