Rabu, 18 Juli 2018 09:43 WIB
BJB JULI V 2

Politik

Elektabilitas AHY Naik, Demokrat Jualan Cawapres ke Jokowi dan Prabowo?

Redaktur: Ali Rahman

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Foto: Jaa Rizka Pradana/Indopos.

INDOPOS.CO.ID - Elektabilitas Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) belakangan ini terus naik.

Dalam survei Roda Tiga Konsultan (RTK) elektabilitas AHY sebagai cawapres Jokowi sebesar 18,7 persen dan sebagai cawapres bagi Prabowo berada di posisi kedua dengan 22,3 persen.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, tren ini tidak lepas dari kerja keras AHY keliling Nusantara dan berbicara dari hati ke hati dengan masyarakat. Ia pun yakin dalam tiga bulan ini elektabilitas AHY bakal lebih tinggi.

"Kami yakin ini akan naik lagi karena (kelilingnya) belum berhenti. Sekarang masih keliling dan nanti bulan Ramadhan sebulan keliling lagi," ungkap Hinca di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (10/5).

Kemudian Hinca meyakini, dengan modal ini menunjukan potensi AHY menjadi Cawapres itu tinggi. Jadi, siapapun yang akan mencalonkan diri sebagai presiden, pasti akan memilih pasangan yang memiliki potensi besar untuk menang.

"Saya kira itu hukum alam yang tidak bisa dibantah bahwa orang yang mau menang harus pilih pasangan yang berpotensi menang," ucap Hinca.

Selain itu, Partai Demokrat juga melakukan pendekatan dan komunikasi intensif dengan parpol-parpol lain "Kami yakin komunikasi antar elit partai kita lakukan sesama Sekjen, sama ketua umum dan elit-elit yang lain akan akan berpotensi ke sana (cawapres)," papar dia.

Terlebih, kata Hinca, berdasarkan salah satu keputusan rapimnas partai Demokrat adalah akan mengusung pasangan capres dan cawapres untuk 2019. Akan tetapi tidak mungkin sendirian karena memang tidak bisa. "Jadi kami tidak akan absen di 2019 dengan atau tidaknya calon dari Demokrat. Kami akan tetap mengusung dan kami yakin yang akan kami usung adalah yang terbaik," tukasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 

Berita Terkait

IKLAN