Rabu, 18 Juli 2018 09:38 WIB
BJB JULI V 2

Politik

Elektabilitas Turun, Golkar: Kalau Jadi Oposisi akan Sama Seperti Demokrat

Redaktur: Ali Rahman

ilustrasi. Foto: Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Turunnya tren elektabilitas Partai Golkar disebut-sebut lantaran isu korupsi yang masih melekat di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzilly mengakui hal tersebut. Akan tetapi, menurut dia, apabila posisi Golkar tidak menjadi partai pendukung pemerintah, pasti partainya akan bernasib sama dengan Partai Demokrat ketika terpuruk.

"Andai Partai Golkar tidak mendukung pemerintah pasti akan sama seperti Partai Demokrat yang pernah (elektabilitas) mencapai 4 persen," ungkap Ace di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (10/5).

Ace menegaskan, kedepannya ia masih yakin bahwa Golkar akan naik elektabilitasnya. Pasalnya, masih ada 22 persen masyarakat yang belum menentukan pilihan parpolnya.

"Ini menjadi peluang kami untuk bagaimana menaikkan terus karena peluang memulihkan kepercaayan masyarakat masih terbuka lebar," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ace, ajang pemilihan legislatif masih satu tahun lagi. Terlebih, konfigurasi dalam survei belum bisa menggambarkan konfigurasi per-dapil. "Jadi, ada partai yang hasil surveinya mencapai 8 persen tapi ketika dikonversi menjadi kursi, bisa lebih dari itu," terang anggota Komisi VIII DPR itu.

Sedangkan untuk strategi kedepan, Golkar akan menempatkan calon legislatif terbaik di tiap lapangan untuk berperan mendongkrak elektabilitasnya.

Diketahui, hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK) menempatkan Partai Golkar di posisi ketiga dengan raihan elektabilitas 8,8 persen. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #elektabilitas-golkar-menurun #golkar #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN