Indobisnis

Porsi Investasi WanaArtha Life Bidik Emiten yang Baru IPO

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Porsi Investasi WanaArtha Life Bidik Emiten yang Baru IPO - Indobisnis

Foto: ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life) mengaku, pihaknya akan mengubah strategi investasi dengan mengincar para emiten maupun saham-saham yang baru tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Presiden Direktur WanaArtha Life, Yanes Matulatuwa, tren penurunan IHSG belum banyak mengubah strategi investasi perseroan. Namun, kata dia, WanaArtha Life akan meningkatkan investasi pada emiten dan saham yang baru tercatat di BEI.

"Soal investasi di perusahaan, kami akan membidik perusahaan-perusahaan dengan tata kelola yang baik dan berkinerja baik. Tetapi, shifting portofolio memang sering terjadi," kata Yanes di Jakarta, Rabu (9/5).

Dia mengatakan, saat ini porsi investasi WanaArtha di instrumen saham sebesar 30 persen, Surat Berharga Negara (SBN) 30 persen, deposito 23 persen dan sisanya di reksadana. "Dengan market yang jatus saat ini, investasi kami masih aman. Kami terus mencari return terbaik," imbuhnya.

Lebih lanjut Yanes menilai, depresiasi rupiah terhadap dollar AS yang telah menekan IHSG merupakan sentimen negatif yang datang dari global. "Pelemahan rupiah karena import risk dari global. Saat ini rupiah sudah terlalu volatile, sehingga mempengaruhi asing untuk keluar," ujarnya.

Yanes menegaskan, investasi perseroan yang baru IPO menyasar PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) yang bergerak di bidang pembangkit listrik (panel surya). "Kami membeli saham Sky Energy sebesar 10 persen atau senilai Rp40 miliar saat IPO pada 28 Maret 2018," jelas Yanes.

Selain itu, lanjut dia, strategi investasi pada instrumen saham juga diarahkan kepada pemilihan saham-saham yang baru tercatat di BEI. "Kami juga mencari saham-saham yang baru IPO untuk menjaga porsi investasi sebesar 30 persen itu. Tetapi, kami tetap melihat kondisi market," ucap Yanes.

Dia menambahkan, kalau pun perseroan akan mengubah porsi investasi, besaranya cuma ada pada kisaran 30-40 persen. "Kami tidak bisa lebih dari 40 persen, karena mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," imbuhnya.

Lebih lanjut Yanes tidak memungkiri bahwa hasil investasi di Kuartal I-2018 untuk instrumen saham mengalami sedikit penurunan (year-on-year). "Penurunan hasil investasi itu searah dengan penurunan iHSG. Makanya, kami terus me-review, karena market yang sedang turun," kata Yanes. (far)

Berita Terkait

Ekonomi / KEK Tanjung Lesung Ditanggung Asuransi

Indobisnis / Perlindungan Unggulan dari AXA Mandiri

Ekonomi / AXA Perkenalkan Dua Produk Baru

Indobisnis / Pendapatan Taspen Life Rp 680,03 Miliar

Ekonomi / Ini Produk Baru Asuransi Simas Jiwa


Baca Juga !.