Kamis, 15 November 2018 06:00 WIB
pmk

Nusantara

Delapan Remaja Lagi Asyik Ngelem, Digaruk Lalu Digunduli

Redaktur:

EFEK JERA-Delapan remaja yang tertangkap diberikan pembinaan di Kantor Lurah Berebas Tengah usai diamankan di depan Pasar Malam Berbas, Kaltim. Foto: Kaltim Post/JPG

INDOPOS.CO.ID– Seakan tak ada efek jera atas pembinaan yang diberikan, 15 anak kembali diciduk saat sedang asyik mengisap lem. Namun, dari 15 anak yang kedapatan ngelem, hanya delapan  yang berhasil diamankan pihak FKPM Kelurahan Tanjung Laut dan Berebas Tengah serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Laut, Kalimantan Timur (Kaltim).

Darman, Anggota FKPM Kelurahan Tanjung Laut mengatakan, Rabu (9/5) kemarin sekira pukul 03.00 Wita dini hari pihaknya kembali mengamankan remaja yang sedang asyik menghirup lem di wilayah Pasar Malam Berbas. ”Dari 15 yang tertangkap delapan, sisanya kabur. Karena sudah menuju subuh, kami dengan keadaan mengantuk tidak berani mengejar lebih jauh lagi, makanya hanya delapan yang kami amankan,” jelas darman saat ditemui di ruangannya, Rabu (9/5).

Kata Darman, sebenarnya anak-anak yang berhasil diamankan ada yang merupakan pemain lama dan ada yang baru juga. Tetapi rata-rata anak di bawah umur, bahkan mereka rata-rata anak putus sekolah. ”Umurnya rata-rata 15 tahun, mereka tinggal di Tanjung Laut, Berebas Tengah, Berbas Pantai,” ujarnya.

Para pelaku ngelem ini terbilang berani. Pasalnya, mereka memuaskan keinginannya untuk ngelem di pinggiran toko di Pasar Malam yang sudah tutup. ”Mereka di jalanan saja kumpul-kumpulnya,” imbuh dia.

Untuk wilayah Tanjung Laut, dikatakan Darman sudah dilakukan ‘sapu bersih’, sehingga rata-rata mereka pindah mencari tempat lain. Sementara di Tanjung Laut jika di atas jam 00.00 Wita masih banyak anak-anak berkumpul maka akan langsung dibubarkan. ”Jadi mereka lari ke Berebas Tengah dan Berbas Pantai,” ujarnya.

Usai diamankan, kedelapan remaja ini digiring ke Kantor Lurah Berebas Tengah. Di sana mereka diberi pembinaan dan digundul sebagai satu tanda kalau mereka pernah diamankan. Darman hanya berharap ada satu program bagi anak-anak yang pernah diamankan karena ngelem, ngoteng juga aldo. ”Kami usulkan ke Kasi PMKS di kelurahan agar diusulkan ke Dinas Sosial supaya mereka ada diberi pelatihan dan sedikit-sedikit menghilangkan ketagihan ngelem-nya,” ungkap Darman.

Para ‘penikmat’ lem ini mengaku mereka patungan untuk membelinya. ”Barang bukti yang kami amankan ada 2 kaleng lem dan masih banyak isinya. Kami harapkan di Ramadan mendatang, tidak ada lagi anak-anak yang kedapatan sedang menikmati lem, minuman oplosan ataupun aldo,” pungkasnya. (mga/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal 

Berita Terkait

Polisi Tangkap Jual Beli Mortir

Banten Raya

Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Jaksel

Jakarta Raya

Jamal Tewas Ditembak Orang Misterius di Jalan STPI Curug

Banten Raya

Begal Anggota Koramil, Empat Begal Dicokok

Megapolitan

Anggota Koramil Jadi Sasaran Perampok

Megapolitan

Tiga Spesialis Pencuri Shower Ditangkap

Banten Raya

IKLAN